Berita

ilustrasi/net

Sabam Sirait: Demokrasi Harus Ciptakan Keadilan Sosial!

JUMAT, 04 APRIL 2014 | 09:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada beberapa persolan mendasar yang hingga kini menjadi masalah di Jakarta, dan juga di Indonesia secara umum. Di antara persoalan itu adalah persoalan demokrasi, persoalan persatuan nasional, dan juga masalah keadilan sosial.

Karena itulah, calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta dengan nomor urut 28, Sabam Sirait, menjadikan tiga persoalan ini sebagai tagline-nya. Sabam pun menilai ketiga persoalan ini saling terkait satu sama lain dan merupakan rangkaian perjuangan yang harus dicarikan solusinya.

"Perjuangan kita tidak saja soal demokrasi, tapi juga persatuan. Demokrasi harus menjadikan bangsa ini bersatu, bukan malah berpecahbelah. Demokrasi dan persatuan juga harus berguna untuk rakyat dan ciptakan keadilan sosial," kata Sabam kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 4/4).


Menurut Sabam, Indonesia mengalami persoalan demokrasi sejak Orde Baru. Saat itu, rakyat Indonesia tidak punya hak untuk berserikat dan menyatakan pendapat, dan bahkan siapa saja yang berbeda dengan pemerintah siap-siap saja ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Di era Reformasi, Sabam menilai konsolidasi Demokrasi belum tuntas, dan ini menjadi pekerjaan rumah yang terus diperjuangkan.

"Begitu juga persatuan nasional. Persatuan nasional itu bukan hanya di tingkat elit dan pemimpin saja, tapi harus juga di tingkat rakyat dari Sabang sampai Merauke," tegas Sabam.

Soal keadilan sosial, Sabam menilai hal ini bisa berlaku bila penegakkan hukum berjalan dan siapapun yang terbukti korupsi harus dihukum. Sebab korupsi lah yang menjadi salah satu sumber mengapa keadilan sosial sulit tercapai.

"Saya lihat, pemerintahan SBY ini bangga dengan pertumbuhan ekonomi, tapi tidak menyebutkan angka korupsinya. Kalau korupsi ini banyak, susah ciptakan keadilan," ungkap Sabam, yang selama menjadi politisi sangat berkesan bagi sementara aktivis karena selain merakyat, juga selalu membuka pintu lebar-lebar untuk menampung aspirasi dan keluhan rakyat.

Dalam konteks Jakarta, Sabam melihat keadilan sosial ini juga menjadi persoalan. Bahkan visi Sabam lebih jauh karena menilai perdapatan warga Jakarta dengan warga di beberapa daerah yang ada di sekitar Jakarta masih sangat timpang. Pendapatan warga di kabupaten dan kota yang ada di sekitar Jakarta itu masih rendah dibandingkan Jakarta.

"Ketimpangan ini menjadi pemicu masalah di Jakarta seperti keamanan dan masalah-masalah sosial lainnya. Ini harus dibenaghi sehingga Jakarta itu aman dan nyaman," demikian Sabam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya