Berita

foto:net

Kesehatan

Pahami Gut-Brain Axis Demi Tumbuh Kembang Anak

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 12:52 WIB | LAPORAN:

Saluran pencernaan anak perlu dijaga untuk mendukung pertumbuhan otak yang optimal.

Demikian disampaikan oleh Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr.Soetomo, Dr Ahmad Suryawan saat konferensi pres peluncuran modul pendidikan Happy Tummy Council "Gut-Brain Axis: Pencernaan Sehat Awal si Kecil Sehat"  di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (3/4).

"Pertumbuhan otak anak merupakan salah satu hal yang paling menentukan dalam tumbuh kembang anak diawal kehidupannya," lanjut dokter spesialis anak tersebut.


Menurut dokter Wawan, sapaan dia, usia 0-6 tahun merupakan periode kritis (golden moment) bagi perkembangan otak seorang anak. Di tahun kedua usianya, anak sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa. Sedangkan anak dari usia 2-6 tahun memiliki 95 persen otak orang dewasa. Dengan demikian, jelas Wawan, orangtua perlu memahami bahwa enam tahun pertama kehidupan anak merupakan periode yang menentukan keberhasilan tumbuh kembang jangka panjang seorang anak.

"Untuk mendapatkan pertumbuhan otak yang optimal, orang tua dapat memulainya dengan menjaga saluran cerna anak," terangnya lagi.

Wawan menambahkan, saluran cerna yang sehat dapat mempengaruhi kerja otak. Sementara otak mengirim sinyal ke saluran cerna. Makanya, lanjut dia, orangtua perlu melakukan stimulasi otak anak selain memperhatikan nutrisinya. Menurut dr Wawan, nutrisi yang berkualitas tinggi sekalipun akan percuma jika stimulasi otak anak tidak diperhatikan.

Wawan mencontohkan, anak yang merasa gugup dalam menghadapi ujian akan cenderung mual. Komunikasi dua arah antara otak dan saluran cerna itulah yang disebut "Gut Brain Axis".

"Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menampung nutrisi, namun juga mampu mempengaruhi sinyal di otak melalui mikrobia usus," beber dr Wawan,

Pemahaman mengenai Gut Brain Axis tersebut dapat membantu orang tua dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak. Stres atau tekanan pada anak dapat mempengaruhi fungsi saluran cerna.

"Anak butuh suasana menyenangkan saat makan. Jika kegiatan makan, misalnya orang tua suap anaknya dengan marah atau kondisi menekan dan memaksa anak maka anak akan stres. Kalau ibu senyum saat nyuapin anak makan, anak akan senang. Jadi stres bisa pengaruhi pola makan dan ganggu fungsi pencernannya," kata dr Wawan.

Mendukung pernyataan tersebut, psikolog anak dan dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rini Hildayani mengatakan bahwa dalam mengatasi gangguan pencernaan karena dampak psikologis yang dialami anak orang tua perlu bersikap sensitif dan responsif terhadap perilaku anak dan meningkatkan hubungan berkualitas antara orang tua dan anak. Oleh karenanya orang tua harus bersabar dalam mengurus anak, terutama jika sedang menyuap makan anak.

Terkait kesehatan pencernaan anak, pakar gizi medik dari Fakultas Kedokteran UI, dr Saprawati Bardosono menerangkan, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi usia 0-6 bulam. Selain itu, ASI mendukung pembentukan mikroflora sehat pada saluran cerna.

"ASI secara alami mengandung komponen untuk mendukung daya tahan tubuh seperti antibodi, sel imun, serat pangan serta probiotik seperti Lactobacillus reuteri untuk dukung kesehatan saluran cerna,"kata dr Saptawati

Asupan bakteri atau probitoik yang ada di saluran secara almiah seperti Lactobacillus reuteri terbukti dapat mengurangi gangguan pencernaan anak seperti lambung, kolik, konstipasi dan diare. Dengan miliki saluran cerna yang sehat, lanjut dr Saptawati, anak dapat menyerap nutrisi secara optimal yang berdampak pada perkembangan fisik dan otak anak.

Sebagaimana diketahui Happy Tummy Council merupakan dewan yang terdiri dari lima pakar kesehatan dengan misi meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya tenaga kesehatan dan orang tua mengenai pentingnya saluran cerna bagi tumbuh kembang yang optimal.

Pada tahun 2013, Happy Tummy Council mengeluarkan modul pendidikan pertama tentang kesehatan slauran cerna. Selama tahun 2013, modul tersebut telah disampaikan ke 20 ribu bidan di seluruh Indonesia melalui program kartini dari Nestle Indonesia.

"Tahun ini merupakan tahun kedua bekerjasam dengan pakar kesehatan Happy Tummy Council. Semoga bermanfaat bagi masyarakat akan pentingnya saluran cerna untuk tumbuh kembang anak," demikian pakar nutrisi dari PT Nestle Indonesia, dr Stephen D.King.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya