. Srikandi Pemuda Pancasila (PP) siap bekerjasama dengan berbagai ormas di Indonesia, termasuk Muhammadiyah. Kerjasama ini untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik.
Demikian disampaikan Ketua Umum Srikandi PP, Sarimaya, di sela acara Dialog Politik Nasional Menyongsong Perubahan Kekuasaan pada pemilu 2014 bertema "Muhammadiyah Buktikan Imam dan Amanah untuk Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat," di Gedung Muhammadiyah, Jakarta.
Menurut Sarimaya, saat ini terdapat 1.286 kader PP siap berlaga dan mewarnai Pemilu Legislatif 2014 di seluruh Indonesia. Ia pun menyatakan hubungan antara Muhammadiyah dengan Srikandi Pemuda Pancasila cukup baik dan sudah berlangsung sejak lama.
Sarimaya berharap jumlah wanita Pemuda Pancasila mencapai jumlah keterwakilan di parlemen cukup banyak. Apalagi kader Pemuda Pancasila telah diberikan pembekalan khusus untuk menyamakan persepai dalam pemilu 2014.
"Sekitar 340 Kader tingkat Pusat dan Tingkat satu hadir dalam pertemuan tersebut. Caleg daerah tingkat dua tidak diundang, karena terlalu banyak kalau diundang," jelasnya.
Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, dalam pidato politik acara dialog pada Rabu kemarin itu (2/4) itu mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang berada dalam transisi menuju demokrasi yang lebih baik. Din mengajak semua anak bangsa untuk megakhiri proses masa transisi reformasi yang berkepanjangan dan nyaris kebablasan.
Mengomentari pidato politik Din Syamsuddin, Sarimaya mengatakan Din adalah tokoh nasional yang sangat bijak, bisa diterima berbagai golongan dan komponen anak bangsa, netral tidak terlalu fanatisme dan sangat menerima keberadaan idiologi bangsa kita. "Pandangan politik Pak Din sesuai dengan dengan semangat pemuda Pancasila," katanya.
Dia mengharapkan agar Muhammadiyah sudah saatnya berperan langsung untuk memperbaiki bangsa ini dan Din Syamsuddin sangat layak untuk dicalonkan sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu 2014 ini. "Din wakili umat Islam dan non-muslin, serta secara internasional dipercaya sebagai pemimpin lintas agama," jelas Sarimaya.
[ysa]