. Meski serangan bertubi-tubi datang dari kompetitor lain, seperti berupa sindiran dari Prabowo Subianto, namun elektabilitas Jokowi tetap berada di atas. Bahkan ada kecederungan, elektabilitas Jokowi, dan juga PDI Perjuangan, naik hingga 10 persen. Elektabilitas Jokowi misalnya mencapai 45 persen, sementara PDI Perjuangan naik menjadi 37 persen.
"Ini menunjukkan Jokowi dipercaya oleh rakyat. PDI Perjuangan dipercaya rakyat. Publik menilai Jokowi jujur, berintegritas dan peduli pada rakyat," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Siarit, dalam talkshow di salah satu televisi swasta.
Soal tuduhan dari Gerindra bahwa Jokowi tidak komitmen, misalnya dalam menjalankan amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dijawab oleh Maruarar Sirait dengan logika yang justru memukul balik Gerindra. Perlu dicatat, Gerindra menjadi bagian dari pengusung Jokowi untuk menjadi Gebernur DKI Jakarta, padahal saat itu Jokowi masih menjadi walikota Solo. Dengan kata lain, logika ala Gerindra ini tidak konsisten.
"Kalau Jokowi dinilai tidak komitmen, lalu mengapa elektabilitas beliau semakin tinggi? Ini merupakan bentuk kepercayaan rakyat. Rakyat percaya dengan Jokowi untuk memimpin yang lebih luas lagi," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait.
Juru kampanye nasional PDI Perjuangan ini pun meminta kepada kompetitor lain, termasuk Gerindra, untuk tidak melakukan serangan politik secara personal. Sebab bagaimanapun, persoalan pilpres adalah masalah kepentingan umum, dan sejatinya harus bermanfaat bagi rakyat. Akan jauh lebih baik bila fokus persaingan lebih pada adu visi dan program untuk kepentingan rakyat.
Ara bahkan memastikan PDI Perjuangan akan lebih memilih untuk adu visi. Dan hingga saat ini PDI Perjuangan tidak mau membalas serangan orang lain, dengan cara yang juga sama.
"Kita lebih baik menjawab serangan dengan
track record. Misalnya posisi kita selama ini dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, upaya memberantas korupsi, sikap pada RUU KUHP dan lain-lain. Kita juga membuktikan bisa menjaga nilai-nilai pluralisme," kata Ara.
Soal
track record, Ara pun menyinggung rekam jejak Jokowi selama ini. Di Solo, misalnya Jokowi sukses menata kota itu dengan rapi hingga menjadi Kota Pariwisata. Di Jakarta, dalam jangka waktu setahun lebih, Jokowi sudah melakukan banyak gebrakan sukses seperti program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat dan juga menata pasar Tanah Abang dan lain-lain.
[ysa]