Berita

maruarar sirait/net

PDI Perjuangan Jawab Serangan Partai Lain dengan Rekam Jejak

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 07:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski serangan bertubi-tubi datang dari kompetitor lain, seperti berupa sindiran dari Prabowo Subianto, namun elektabilitas Jokowi tetap berada di atas. Bahkan ada kecederungan, elektabilitas Jokowi, dan juga PDI Perjuangan, naik hingga 10 persen. Elektabilitas Jokowi misalnya mencapai 45 persen, sementara PDI Perjuangan naik menjadi 37 persen.

"Ini menunjukkan Jokowi dipercaya oleh rakyat. PDI Perjuangan dipercaya rakyat. Publik menilai Jokowi jujur, berintegritas dan peduli pada rakyat," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Siarit, dalam talkshow di salah satu televisi swasta.

Soal tuduhan dari Gerindra bahwa Jokowi tidak komitmen, misalnya dalam menjalankan amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dijawab oleh Maruarar Sirait dengan logika yang justru memukul balik Gerindra. Perlu dicatat, Gerindra menjadi bagian dari pengusung Jokowi untuk menjadi Gebernur DKI Jakarta, padahal saat itu Jokowi masih menjadi walikota Solo. Dengan kata lain, logika ala Gerindra ini tidak konsisten.


"Kalau Jokowi dinilai tidak komitmen, lalu mengapa elektabilitas beliau semakin tinggi? Ini merupakan bentuk kepercayaan rakyat. Rakyat percaya dengan Jokowi untuk memimpin yang lebih luas lagi," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait.

Juru kampanye nasional PDI Perjuangan ini pun meminta kepada kompetitor lain, termasuk Gerindra, untuk tidak melakukan serangan politik secara personal. Sebab bagaimanapun, persoalan pilpres adalah masalah kepentingan umum, dan sejatinya harus bermanfaat bagi rakyat. Akan jauh lebih baik bila fokus persaingan lebih pada adu visi dan program untuk kepentingan rakyat.

Ara bahkan memastikan PDI Perjuangan akan lebih memilih untuk adu visi. Dan hingga saat ini PDI Perjuangan tidak mau membalas serangan orang lain, dengan cara yang juga sama.

"Kita lebih baik menjawab serangan dengan track record. Misalnya posisi kita selama ini dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, upaya memberantas korupsi, sikap pada RUU KUHP dan lain-lain. Kita juga membuktikan bisa menjaga nilai-nilai pluralisme," kata Ara.

Soal track record, Ara pun menyinggung rekam jejak Jokowi selama ini. Di Solo, misalnya Jokowi sukses menata kota itu dengan rapi hingga menjadi Kota Pariwisata. Di Jakarta, dalam jangka waktu setahun lebih, Jokowi sudah melakukan banyak gebrakan sukses seperti program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat dan juga menata pasar Tanah Abang dan lain-lain. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya