. Nama Priyo Budi Santoso terus ramai diperbincangkan di media sosial, seperti pictey.com. Priyo, yang merupakan Ketua MKGR dan Wakil Ketua DPR itu berada di posisi paling atas dan menjadi trending topic di twitter pictures.
Adalah foto yang beredar yang membuat pria asal Trenggalek, Jawa Timur ini menjadi bahan perbincangan utama.
Dalam foto itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang resmi dicalonkan sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan, terlihat membungkukkan badan saat ingin bersalaman dengan Priyo. Momen tersebut terekam saat keduanya menghadiri acara ulang tahun buruh di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, beberapa bulan lalu.
Paling tidak, ada lebih dari 80 ribu kicauan memuat nama ini. Sekitar 70 ribu di antaranya berupa pertanyaan "Kak, Priyo Budi Santoso siapa sih?" sambil me-
mention akun lain dan berisi tautan dari beberapa media
online lainnya. Berita tautan tersebut berisi tentang elektabilitas Priyo yang disebut mengungguli tokoh Golkar lainnya, Aburizal Bakrie dan M Jusuf Kalla.
Dalam survei terbaru yang dilaksanakan Pusat Kajian Pancasila, Hukum, dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (Puskaphdem, Unnes), menunjukkan terjadinya perubahan besar terkait persepsi publik tentang elektabilitas elit di Partai Golkar. Jarak angka elektabilitas diantara elit Beringin itu pun sangat tipis yakni satu hingga dua persen.
Dalam survei itu, elektabilitas Priyo Budi Santoso 18,44 persen, elektabilitas M Jusuf Kalla 17,33 persen, elektabilitas Aburizal Bakrie 16,42 persen, elektabilitas Akbar Tandjung 11,74 persen, elektabilitas Agung Lakson 3,94 persen, elektabilitas Ade Komarudin 1,1 persen, sementara
undecided voters 31 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Puskaphdem Unnes, Arif Hidayat, elektbailitas Priyo naik karena akrobat dan manuver politik yang dilakukannya akhir-akhir ini. Misalnya manuver Priyo menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharani di DPR pada 21 Februari dan menggelar pertemuan dengan Dino Patti Djalal. Dua manuver itu bahkan mendapatkan porsi besar dan menjadi berita utama di sejumlah media massa.
[ysa]