Berita

sby/net

PDIP Tantang SBY Buktikan Tidak Ada Kecurangan dalam Pemilu 2014

SELASA, 01 APRIL 2014 | 17:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemilu 2014 merupakan momentum bagi Presiden SBY untuk membuat sejarah dengan menjadikan Pemilu 2014 sebagai pemilu yang paling demokratis. Karena itu, SBY harus membuktikan ucapannya soal pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, dalam bentuk tindakan agar pemilu benar-benar berjalan secara lebih demokratis, aman, dan damai.

"Syaratnya biarlah rakyat menjadi hakim tertinggi untuk menentukan partai mana yang dipercaya rakyat," kata Wasekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menanggapi pernyataan SBY beberapa saat lalu (Selasa, 1/4).

Melalui akun twitter @SBYudhoyono, Presiden SBY meminta Bawaslu dan masyarakat untuk memantau pelaksanaan pemilu agar berjalan demokratis. Menurut SBY, hal ini penting agar tidak ada tudingan dari sementara pihak bahwa institusi intelijen bermain dalam pemilu ini,


Soal potensi kecurangan pemilu dan juga indikasi ada operasi intelijen ini belakangan ramai dibicarakan. Selain Hasto Krystianto sendiri, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga mengkhawatirkan adanya sejumlah deretan tindak kekerasan yang bisa menjadi penanda akan masifnya kecurangan pemilu 2014.

Menurut Direktur Advokasi YLBHI, Bahrain, pihaknya memantau masalah itu, dan salah satu contoh gamblang terjadi dalam berbagai kasus penembakan di Aceh. Kecurigaan YLBHI kemudian muncul karena ada analisa yang menyebutkan bahwa keributan-keributan dan kecurangan-kecurangan sengaja diciptakan.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura, Ahmad Rofiq. Rafiq pun mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperjelas proses pemilu 2014 yang menimbulkan berbagai kecurigaan soal kecurangan pemilu. Dan menurut Rofiq, kecurigaan demikian sangat wajar karena KPU sejak awal memang tidak pernah transparan.

Sebelumnya, pengamat politik dan pemilu, Jerry Sumampouw, mengatakan kekhawatirannya akan  ada kecurangan masif dalam pemilu memang wajar.  Indikasi kecurangan ini misalnya, terlihat jelas dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah, manipulasi logistik pemilu, proses pencetakan dan distribusi logistik surat suara dan formulir penghitungan suara (C1) yang tak jelas, hingga indikasi kecurangan di rekapitulasi suara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya