Berita

ari junaedi/net

Politik

Dukungan Pensiunan Jenderal pada Capres Tidak Ada Artinya Lagi!

MINGGU, 30 MARET 2014 | 11:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dukungan bekas petinggi TNI dan Polri terhadap calon presiden terus bermunculan. Usai Letjen TNI (Purn) Luhut Panjaitan dan puluhan pensiunan perwira tinggi TNI dan Polri menyatakan salut atas mandat yang diberikan PDI Perjuangan kepada pencapresan Jokowi, menyusul dukungan serupa terhadap Prabowo Subianto dari Gerindra dan Sutiyoso dari PKPI.

Sebagai bekas petinggi TNI dan Polri, para pensiunan tersebut dianggap memiliki jaringan dan bekas anak buah yang tersebar di berbagai daerah. Keluarga dan kerabat dari para bekas perwira berbintang tersebut, juga lumayan besar.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi melihat dari banyaknya forum dukungan bekas tentara dan polisi terhadap calon presiden dan partai politik tidak terlepas dari dimainkannya sikap oportunis dari para perwira TNI dan Polri. Mereka ini melihat  adanya peluang yang harus dimainkan jika berpihak pada pihak yang akan kemungkinan menang di Pemilu. Bahkan ada bekas jenderal yang menggunakan politik banyak kaki seperti dilakukan Luhut Panjaitan dengan mendukung Aburizal Bakrie, tetapi pada kesempatan lain menyokong Jokowi.


"Ini kan namanya tidak punya sikap yang konsisten dalam politik. Dukungan yang diberikan para bekas perwira ini juga tidak gratis, semuanya bersifat transaksional. Saya dapat apa setelah situ menang, menjadi ciri khas sikap politik para purnawirawan. Hanya sedikit bekas jenderal yang memegang politik yang amanah seperti yang dicontohkan oleh mendiang Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei atau Letjen TNI (Purn) Solihin GP,"tandas Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 30/3).

Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Dr Soetomo Surabaya ini, peran politik para pensiunan petinggi TNI dan Polri kini tidak lagi sebesar saat rezim Soeharto dulu. Kiprah politik purnawirawan TNI dan Polri kini kalah jauh dengan peran sosial yang dilakukan penggiat LSM, mahasiswa dan kalangan sipil lainnya.

"Suara Jenderal tua  hanya didengar sebagian kecil orang. Publik sudah tahu rekam jejak mereka ketika masih menjabat. Jadi dari efek politik, lebih cetar membahana dukungan budayawan, penggiat hak asasi manusia, kalangan organisasi non pemerintah atau kaum muda lainnya. Mereka adalah publik opinion sekaligus solidarity maker sesungguhnya mengingat segmen penduduk muda jauh lebih banyak daripada kaum manula alias manusia lanjut usia. Jadi, kini sudah bukan zamanya era kebulatan tekad tapi eranya dukungan riel di pemilu nanti," demikian Ari Junaedi. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya