Berita

soekarnocare/net

Soekarnocare Bikin Program Amal 10 untuk Pengungsi Suriah

RABU, 26 MARET 2014 | 13:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di antara program komunitas Soekarnocare untuk membantu pengungsi Suriah adalah program amal 10. Amal sepuluh adalah program untuk menggalang dana sebesar Rp 10 ribu atau kelipatannya per orang.

"Dengan Rp 10 ribu, penyumbang bisa memberikan 500 gram aaraboan bread untuk konsumsi dua orang. Hari ini Anda sumbang Rp 10 ribu, artinya hari ini Anda bisa memberi makan dua orang," kata Muhammad Baagil, aktivis Soekarnocare, saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka Online, Selasa sore (25/3).

Muhammad melanjutkan, dengan uang Rp 40 ribu, penyumbang bisa membelikan setengah kilogram keju lokal; dengan uang Rp 20 ribu, penyumbang bisa membelikan 1,5 kg beras untuk konsumsi 3 sampai 4 orang atau 1 liter susu murni untuk konsumsi 3 sampai 4 orang; dengan uang Rp 30 ribu, penyumbang bisa membelikan 1 lusin telur untuk konsumsi 12 orang.


Soekarnocare diiniasi oleh sekelompok anak muda Indonesia, yang pernah menimba ilmu di Suriah. Mereka merasa tergerak untuk memberikan bantuan kepada pada para pengungsi Suriah, khususnya yang ada di Libanon.

"Kami beri nama Soekarnocare karena lebih bisa diterima di negara-negara Timur Tengah. Di Timur Tengah, bila mereka bertemu dengan orang Indonesia, yang mereka katakan adalah Ahmad Soekarno," kata Muhammad, sambil menegaskan bahwa nama ini semata-mata terinspirasi oleh semangat dan gerakan kemanusiaan yang dilakukan Presiden Soekarno di dunia internasional dan tidak terkait secara organisatoris dengan lembaga, atau yayasan, atau komunitas, atau keluarga Presiden Soekarno.

Sejak Maret 2011, hingga kini, sudah ada sekitar 2,3 juta pengungsi dari Suriah yang tersebar ke berbagai negara seperti Turki, Irak, Jordan, dan Libanon. Hal ini terjadi akibat konflik antara kelompok bersenjata dengan tentara Suriah.

Di Libanon, jumlah pengungsi mencapai 1 juta lebih, yang terdiri dari 49 persen pria dan 51 persen wanita. Namun jumlah pengungsi yang begitu banyak ini tidak tertangani dengan baik, dan apalagi karena kelompok masyarakat di Libanon juga terpecah menyikapi konflik di Suriah; ada yang pro pada kelompok bersenjata dan ada yang pro pada pemerintahan Assad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya