Berita

riski sadig/net

IMPLEMENTASI UU BPJS

PAN Terus Pastikan Perlindungan pada Rakyat Benar-benar Terwujud

SELASA, 25 MARET 2014 | 16:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Amanat Nasional (PAN) terus mengawasi pelaksanaan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai bagian dari aksi nyata kepedulian pada rakyat.

"PAN ma memastikan prinsip perlindungan bisa diwujudkan, khususnya untuk masyarakat miskin yang tinggal di daerah serta pedesaan," kata anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Riski Shadig, beberapa saat lalu (Selasa, 25/3).

Sejak awal, ungkap Riski, PAN bekerja keras agar UU BPJS ini lolos. Apalagi saat ini dibahas pemerintah  khawatir BPJS akan mengganggu fiskal negara.


"PAN dan kawan-kawan lain ingin BPJS ini sebagai pijakan awal untuk proses perbaikan kesejahteraan sosial. Ada kekurangan di saat ini, ya wajar. Dan harus ada perbaikan," ungkap Riski.

Berbekal program Aksi Nyata di PAN, Riski mengatakan pekerjaan mengawal implementasi BPJS pasca UU-nya disahkan di DPR adalah sosialisasi. Pasalnya, pemahaman masyarakat sangat rendah soal BPJS.

Langkah selanjutnya adalah PAN mengawasi pelaksanaannya, dengan mendorong perbaikan infrastruktur kesehatan yang belum baik. Plus mendorong perbaikan distribusi tenaga kesehatan yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan di seluruh Indonesia.

"Di tahap awal ini, kita mendorong penguatan infrastruktur kesehatan di tingkat bawah, seperti Puskesmas. Minimal harus ada Puskesmas di semua tempat," ujarnya.

Menurut dia, menekankan pembangunan Puskesmas menjadi penting karena selama ini masyarakat hanya berpikir bahwa BPJS hanya bisa digunakan, minimal di rumah sakit umum daerah (RSUD). Padahal jumlah RSUD terbatas.

"Karena apa? Karena infrastruktur Puskesmas kita belum baik. Masyarakat belum melihat Puskesmas bisa mengobati. Maka Puskesms harus dikuatkan dan diperbaiki," ujarnya.

Beruntung PAN, lanjutnya, dengan niat baik mengawal implementasi PAN, memiliki kadernya yang duduk sebagai Menko Perekonomian, yakni Hatta Rajasa. Oleh sang ketua umum PAN itu, anggaran perbaikan infrastruktur kesehatan di pedesaan dimasukkan ke dalam alokasi dana infrastruktur pedesaan dan insentif ke dokter yang ditempatkan di pedesaan.

"Mungkin pelaksanaan prinsip itu tak bisa beres semuanya di waktu sekarang, tapi harus dikawal untuk dilaksanakan di pemerintahan yang akan datang. Kalau kami di pemerintahan depan, pasti kami lakukan," tegasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya