Berita

ilustrasi/net

FLAC Gelar Rembuk Nasional Anti Korupsi

SELASA, 25 MARET 2014 | 11:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. Angka Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2012 sebesar 32 dalam rentang 0 sampai 100 atau berada di peringkat ke-118 dari 182 negara yang disurvei.
 
Tentu saja, korupsi menjadi penghalang dalam mencapai tujuan bangsa dan negara Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Tujuan bangsa yang luhur tersebut tentunya berimplikasi untuk mewujudkan manusia Indonesia yang memiliki harapan untuk dapat memuliakan bangsa dan negara.

"Dengan demikian, dalam mengatasi masalah ini diperlukan kerja keras untuk menciptakan pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab guna mendorong kesadaran bangsa," kata Ketua Panitia Rembuk Nasional dengan tema "Demi Bangsa, Demi Negara", Wahyu Seto Aji, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 25/3).


Rembuk nasional ini digelar oleh Future Leader for Anti Corruption (FLAC), suatu komunitas mahasiswa yang bergerak pada bidang pendidikan anti korupsi untuk generasi muda Indonesia, bekerja sama dengan Center for Japanase Studies University of Indonesia (PSJ UI). Rembuk Nasional ini melandaskan padakepentingan umum mengenai apa dan bagaimana pemerintahan yang bersih untuk mencapai tujuan bangsa, sehingga berbagai dimensi yang ada dalam masyarakat selayaknya dapat memperkaya makna Indonesia ke depan.

"Acara ini diadakan sebagai wujud peran serta aktif FLAC Indonesia dalam permasalahan bangsa, kepedulian terhadap masa depan Indonesia dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, jujur dan adil," demikian Wahyu. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya