Berita

Bambang Soesatyo/net

Hukum

Golkar: Pernyataan Anas Mengonfirmasi Temuan Pansus Century

MINGGU, 23 MARET 2014 | 12:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semakin kuat dugaan keterlibatan Sri Mulyani dan Boediono ikut bermain dalam skandal bailout Bank Century.
 
Kemarin mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum usai diperiksa KPK mengatakan, hasil audit akuntan independen tentang neraca dana kampanye Partai Demokrat. Anas curiga, ada aliran dana Bank Century yang digunakan untuk kampanye Pilpres 2009. Sebab, ada sejumlah identitas donatur dipalsukan alias fiktif, terdaftar namun mereka sebenarnya tidak menyumbang.

Menurut Anggota Timwas Century DPR Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, apa yang dikemukakan Anas mengonfirmasi temuan Pansus DPR untuk kasus Bank Century tentang kejanggalan profil nasabah penerima dana bailout Bank Century. Faktor kejanggalan profil nasabah dan donatur ini mengindikasikan adanya operasi rahasia yang menunggangi keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyetujui bailout Bank Century.
 

 
Seperti diketahui, volume bailout yang disetujui KSSK hanya Rp 632 miliar. Rupanya, ada rekomendasi lain kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mencairkan dan mendistribusikan dana LPS hingga membengkak sampai angka Rp 6,7 triliun usai Pilpres Juli 2009.
 
"Itu sebabnya, Ketika pers menanyakan masalah ini kepada mantan Gubernur BI Boediono, dia menunjuk LPS sebagai pihak yang layak memberi penjelasan. Tak mau dikambinghitamkan, LPS sudah membantah Boediono," ujar Bambang dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (23/3).
 
Pertanyaannya, kata Bambang, mengapa LPS nekad mengelontorkan bailout melampaui jumlah yang direkomendasikan Sri Mulyani-Boediono? Ia menduga, tanpa sepengetahuan KSSK, ada operasi atau perintah rahasia kepada LPS. Perintah rahasia untuk pencairan bailout itu pasti datang dari institusi di atas KSSK yang sangat powerful, sehingga LPS pun tak berani menolak.
 
Lalu, lanjut Bambang, mengapa Ketua KSSK terkaget-kaget dan hanya bisa marah? Itu karena Sri Mulyani sadar bahwa operasi rahasia pencairan dana di LPS itu telah diskenariokan sedemikian rupa sehingga berada di luar kendali KSSK.

"Nah, kalau segala sesuatunya bisa dipaksakan, bisa jadi itu adalah kerja atau operasi intelijen," tandas Anggota Komisi III ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya