. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Malam Budaya Manusia Bintang yang akan digelar Rakyat Merdeka Online di Hotel Kartika Chandra nanti malam (Sabtu, 22/3), tidak mengangkat tema seni dan budaya lokal Indonesia. Panitia memilih tema One Indonesia in One ASEAN khusus untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"2014 ini tahun politk. Terlepas dari bagaimana komposisi parlemen hasil pileg dan siapa yang akhirnya berkuasa lewat pilpres, yang pasti MEA sebagai sebuah tantangan terhampar di depan kita. Inilah pesan utama Malam Budaya Manusia Bintang 2014," ujar Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa, Sabtu pagi (22/3).
Menurut Teguh Santosa yang juga pengajar di Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta itu, dalam menghadapi tantangan MEA ini seluruh komponen bangsa, elit dan rakyat, perlu memantapkan definisi keindonesiaan dan rumusan kepentingan nasional.
"
Borderless di antara negara-negara berdaulat bukan sebuah gagasan yang terlalu mewah. Dia adalah keniscayaan sejak lama. Persoalannya, apakah kita tetap bisa mempertahankan keindonesiaan sebagai sebuah identitas bersama dan kepentingan nasional bersama," ujar Teguh yang juga Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini.
Dalam Malam Budaya Manusia Bintang tahun ini, seperti biasa
Rakyat Merdeka Online akan memberikan penghargaan kepada tokoh bangsa yang dinilai telah menyumbangkan dan mendarmabaktikan hidupnya untuk kebesaran bangsa. Dua tokoh bangsa yang akan mendapatkan
2014 Lifetime Achievement adalah Profesor Hasjim Djalal dan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Selain itu, juga akan diberikan
2014 Democracy Award,
2014 Public Campaigner dan
2014 Science Achievement serta
2014 Golden Performance.
Masih kata Teguh, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menghadapi MEA 2015, yakni individu-individu yang layak menyandang gelar bintang, yang memiliki komitmen terhadap bangsa dan negara. Mereka ini, seperti bintang di langit malam, memiliki potensi yang begitu besar sehingga kekuatan cahayanya dapat mengalahkan jarak yang terbentang.
"Bintang yang berpendar di langit malam ikut membangkitkan kesadaran manusia pertama untuk perlahan tapi pasti membangun peradaban di muka bumi. Seperti itulah harapan kita kepada tokoh-tokoh ini," katanya lagi.
[ysa]