Berita

jokowi/net

Kehadiran Jokowi Bisa Menekan Angka Golput

RABU, 19 MARET 2014 | 06:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pencapresan Joko Widodo oleh PDI Perjuangan diyakini akan meningkatkan partisipasi pemilih, baik dalam pemilihan legislatif maupun dalam pemilihan presiden. Sebab figur Jokowi memiliki daya tarik yang kuat untuk menurunkan angka golput.

"Meskipun biayanya begitu mahal, pemilu kali ini akan semakin baik, sebab jumlah golput bisa  kecil," kata Ketua Umum DPP Aliansi Nasionalis Indonesia(Anindo), Edwin Henawan Soekowati, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 19/3).

Dalam pandangan Edwin, Jokowi merupakan capres yang baru dan segar dibanding dengan Wiranto, Prabowo Subianto, maupun Aburizal Bakrie(ARB). Ketiga tokoh yang disebut belakangan ini pernah mengikuti konvensi capres dari Partai Golkar tahun 2004.


Wiranto, pemenang konvensi Golkar dan kalah dalam Pilpres 2004, juga kalah saat menjadi cawapres JK dalam Pilpres 2009. Sementara Prabowo, juga pernah kalah di 2009 saat menjadi cawapres Megawati. Di luar ketiga nama itu, Hatta Rajasa, juga figur lama yang sudah pernah dua kali menjadi menteri di kabinet SBY.

"Jokowi  adalah pendatang baru, karirnya mulai dari walikota Solo dan Gubernur DKI  Jakarta dan semua tahu orangnya bersahaja," kata Edwin, sambil mengatakan, bagi kelompok nasionalis-Sukarnois pikiran atau ide-ide dan ajaran Soekarno, terutama dalam hal Trisakti, akan hidup kembali dengan munculnya Jokowi.

"Kita harus jujur mengakui, Trisaktinya Bung Karno hampir ditinggalkan disemua lini, terputus di berbagai bidang. Maka dengan tampilnya Jokowi sebagai presiden diikuti semakin banyaknya kader-kader beraliran nasionalis di DPR,  maka hal itu akan dapat mewarnai kehidupan berbanga dan bernegara di masa mendatang," ungkap Edwin.

Edwin menilai, langkah Megawati Soekarnoputri memilih Jokowi sebagai capres merupakan sebuah keputusan  yang tepat dan akan memberi dampak yang positif bagi partai yang dipimpinnya. Diprediksi, dalam pileg, PDI Perjuangan paling sedikit memperoleh 25 persen suara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya