Berita

jokowi/net

Hanya Kader Tegak Miring yang Setengah Hati Amankan Pencapresan Jokowi

SELASA, 18 MARET 2014 | 13:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sikap sementara orang yang masih menolak pencapresan Jokowi, termasuk dari internal PDI Perjuangan, yang mengaku Pro-Mega dinilai sebagai bagian dari fenomena demokrasi.

Namun yang pasti, kata politisi muda PDI Perjuangan, Fahmi Alhabsy, sejatinya tidak ada lagi dikotomi Pro-Mega atau Pro-Jokowi setelah Jokowi resmi dicapresan Megawati. Diktomi antara Pro-Mega dan Pro-Jokowi sudah basi, dan memang tidak relevan lagi.

Menurut Fahmi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 18/3), keputusan Megawati secara otomatis menegaskan bahwa loyalitas kader dan simpatisan hanya satu. Semua kader dan simpatisan harus mengamankan "Mandat Bunda Mega (MBM)" untuk memenangkan PDI Perjuangan dalam Pileg, memenangkan Jokowi dalam Pilpres, serta  melawan kecurangan Pemilu dan Pilpres untuk mencapai kemenangan besar dan Trisakti.


"Kader PDIP dipusat atau daerah dimana-mana tegak lurus atas titah partai, dan tidak boleh setengah hati mengamankan Mandat Bu Mega. Jika tidak, maka dikategorikan kader tegak miring. Dan jika ada pembangkangan itu domain Pak Darto (Ketua DPP bidang Kehormatan)," kata Fahmi, yang juga berencana mengajak diskusi dengan kelompok Pro-Mega yang juga sebenarnya adalah aset partai.

Fahmi menekankan ancaman dan tantangan terbesar PDI Perjuangan saat ini bukan lagi Pro-Jokowi atau Pro Mega, tapi upaya-upaya kecurangan yang sistematis dari pihak tertentu, yang akan menerkam demokrasi bangsa ini dan berbahaya bagi ketahanan nasional di masa datang. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya