Berita

ara-jokowi/net

Secara Ideologis Jokowi Sudah Menjiwai dan Bisa Menjalankan Ajaran Bung Karno

SENIN, 17 MARET 2014 | 08:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mencapreskan Jokowi merupakan keputusan yang sangat stregetis, bukan hanya bagi PDI Perjuangan, melainkan bagi bangsa Indonesia secara umum. Sebab sebagaimana diyakini PDI Perjuangan ini, tahun 2014 adalah tahu penentuan.

"Tahun penentuan agar Indonesia bisa bangkit dan bisa bisa hebat-hebat di masa-masa medatang. Karena itu Pilpres harus memberikan kebaikan dan bermanfaat bagi Indonesia yang lebih baik," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, dalam sebuah talkshow di salah satu televisi swasta pagi ini (Senin, 17/3).

Maruarar menjelaskan, bahwa Kongres PDI Perjuangan memang sudah memberikan kepercayaan kepada Megawati untuk menentukan siapa capres yang akan diusung dan juga kapan waktu yang pas dan tepat untuk mengumumkannya. Dana selama ini, Megawati sudah melakukan perenungan yang mendalam, dan juga melihat aspirasi rakyat sebagaimana tercermin di media atau hasil survei.


Hal yang paling penting, lanjut Ara, biasa Maruarar disapa, adalah capres yang diusung oleh PDI Perjuangan harus benar-benar menjiwai dan melaksanakan ajaran Trisaksi Bung Karno. Yaitu mampu mewujudkan kedaulatan di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan kepribiadian dalam bidang budaya.

"Mbak Mega pasti menilai, secara ideologis, Mas Jokowi sudah menjiwai dan menjalankan ideologi dan ajaran Bung Karno," ungkap Ara, yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih dan anggota Komisi XI DPR.

Ara pun menjelaskan bahwa PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati sudah membangun sistem dan juga manajerial yang sangat baik. Karena itu tidak perlu dipersoalkan lagi mengapa pencapresan Jokowi tidak langsung disampaikan oleh Megawati.

"Yang jelas, surat perintah Mbak Mega itu pakai kop surat DPP, juga diumumkan di kantor DPP. Pesan yang disampaikan jelas, PDI Perjuangan membangun sistem, manajemen di antara kader-kader, dan tidak ada yang salah dengan cara pencapresan seperti itu. Yang penting substansinya," demikian Ara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya