Berita

ilustrasi/net

Ketua Partai Islam Paling Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

MINGGU, 16 MARET 2014 | 19:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara umum, semua bakal capres yang sudah mengemuka membutuhkan cawapres yang merepresentasikan kelompok politik berbasis Islam. Pun demikian dengan Jokowi, basis dukungannya akan lengkap bila berpasangan dengan parpol berbasis massa. Islam.

"PDI Perjuangan juga kalau tidak sampai 20 persen di parlemen, yang paling mungkin, koalisi dengan kalangan faksi Islam. Kemungkinan besar cawapresnya bukan kalangan nasionalis lagi," kata pengamat politik, Arizka Warganegara, beberapa waktu lalu (Minggu, 16/3).

Hal itu juga, katanya, sejalan dengan sikap Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang diketahui sangat mengidolakan ide-ide ayahnya yang juga Proklamator RI, Soekarno, soal keseimbangan kekuasaan. Bila dulu Soekarno menggagas ide Nasakom, maka bisa jadi Megawati mendorong keseimbangan kekuatan Nasionalis-Islam di Pilpres mendatang.


Menurutnya lagi, menilai tokoh seperti Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, cukup pantas untuk diajukan menjadi cawapres Jokowi. Dengan catatan, PAN mempunyai jumlah suara yang baik.

"Menjadi pemimpin sebuah parpol itu menjadi kelebihan Hatta Radjasa. Mungkin ada kelemahan Hatta. Tapi kalau di ujung nanti ada kesepakatan di kalangan Islam, dia bisa mendampingi Jokowi."

Selain Hatta, lanjutnya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, juga memiliki peluang yang sama. Hanya saja, Suryadharma dan PPP masih banyak diragukan untuk sekedar memenuhi syarat lolos ke Parlemen.

Dua sosok lain yang memiliki peluang adalah Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Kedua tokoh sayangnya tidak memiliki partai politik sebagai kendaraan politik.

Sebelumnya, Survei Indobarometer yang bekerjasama dengan Lembaga Psikologi Politik (LPP) UI yang dirilis beberapa hari lalu, menunjukkan ada lima tokoh dengan Indeks kepemimpinan tertinggi. Mereka adalah Joko Widodo (7,55 ), Prabowo Subianto (7,07), Megawati Soekarnoputri (6,58), Aburizal Bakrie (6,38) dan Hatta Radjasa (6,15).

Temuan survei dalam simulasi lima cawapres dari parpol massa Islam, Hatta kembali berada di puncak dengan peroleh elektabilitas 16 persen, dan disusul Muhaimin Iskandar (6,2 persen).

Simulasi Indobarometer juga menemukan bila pasangan Jokowi-Hatta unggul 34,3 persen dibandingkan Prabowo-Pramono Edhie yang hanya mendapat 15,4 persen. Disusul pasangan ARB-Muhaimin 12,7 persen, dan Wiranto-Hary Tanoe 10,3 persen. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya