Berita

Musyawarah Inkindo Jabar Harus Ditinjau Ulang

MINGGU, 16 MARET 2014 | 10:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Barat memohon kepada Dewan Kehormatan Nasional (DKN) agar melakukan peninjauan kembali hasil dari musyawarah provinsi yang di selenggarakan pada 8 Januari 2014 lalu, yang dilaksanakan di Hotel Aston Primera Bandung.

Hampir 50 persen dari anggota Inkindo Jabar menyatakan bahwa mereka merasa keberatan dengan proses serta hasil pelaksanaan Musyawarah Provinsi tersebut.

"Alasan keberatan dari mereka dikarenakan diduga adanya beberapa penyimpangan dan kejanggalan-kejanggalan serta beberapa bukti kecurangan yang ditemukan oleh mereka, diantaranya ketidak telitian verivikasi terhadap absen kehadiran peseta, ketidak optimalan proses verivikasi terhadap peserta pemilik suara, tidak sesuainya jumlah surat suara dengan para peserta pemilik suara (surat suara lebih banyak dari jumlah pemilih)," ujar Anggota Inkindo Jabar, Cepi Dadang Komara, kepada redaksi, Minggu pagi (16/3).


Menurutnya, selain temuan di atas, tentang adanya panitia pemilihan yang ikut serta menambahkan satu surat suara kepada salah seorang kandidat, serta adanya penganuliran secara sepihak oleh panitia. Sengaja dibiarkan terjadi.

"Adanya dugaan pembiaran yang dilakukan oleh panitia pelaksana Musprov Inkindo terhadap perbuatan curang yang dilakukan salah satu kandidat ketua, terkesan dibiarkan," terangnya.

Maka dari itu anggota Inkando yang merasa keberatan tersebut mengajukan, serta telah melayangkan surat permohonan peninjauan masalah tersebut terhadap Dewan Kehormatan Nasional (DKN).

"Kami dengan tegas meminta DKN turun menyelesaikan masalah ini, namun hingga saat ini pun pihak dari DKN belum memberikan kejelasan sejak surat tersebut di layangkan pada tanggal 12 Februari 2014 lalu. Kami bukan mau jabatan tapi kami ingin sistem yang baik dan jelas siapapun itu ketuanya, karena Inkando Jabar adalah panutan dari daerah lain." pungkas Cepi Dadang. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya