Berita

eva sundari/net

PDI Perjuangan: Masak Tiba-tiba Gerindra Tagih Poin 7 dalam Perjanjian Batu Tulis?

SABTU, 15 MARET 2014 | 08:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kesepakatan dalam perjanjian Batu Tulis yang dibuat antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto harus dibaca secara utuh. Karena itu, klausul Megawati akan mendukung Prabowo sebagai capres di 2014 hanya berlaku ketika keduanya memenangi pilpres 2009.

"Ketika fakta itu tidak terjadi (kalah di 2009), dengan sendirinya (perjanjian) gugur dan tidak berlaku. Hal ini dikuatkan dengan poin nomor tiga yaitu janji membentuk kabinet. Masak kabinetnya gak ada lalu tiba-tiba nomor 7 ditagih? Karena itu, Ketum tidak mengingkari janji karena semua asumsi di perjanjian, yaitu kemenangan Ketum-Prabowo di pileg 2009 tidak terjadi," kata politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 15/3).

Eva menegaskan, penilaian terhadap isi perjanjian itu harus kontekstual. Apalagi hal ini terkait perjanjian politik ketika tiap detik bisa berganti karena dinamis. Sehingga, di manapun di dunia, tidak ada koalisi antar parpol yang permanen karena faktor pemilu yang uncontrollable dan sering memberi kejutan.


"PDIP dam Gerindra pun tidak berkoalisi meski sama-sama "oposisi" selama 2009-2014. PDIP serius bekerja, dengan kekuatan sendiri. Ibarat bercocok tanam selama 10 tahun masak tinggal panen raya menyerahkan pada pesaing yang lebih kecil?" tegas Eva.

Karena itu, menurut Eva, polemik seputar perjanjian Batutulis sebaiknya diakhiri dan semua parpol menyiapkan diri memenangi pertarungan pileg dam pilpres dengan adu kecerdasan.

"Siapa tahu koalisi gaya baru bisa dibangun di parlemen atau di pemerintahan oleh kepentingan yang sama misalnya membangun perekonomian rakyat yang sama-sama jadi platform PDIP dan Gerindra," demikian Eva. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya