Berita

ahok/net

Wakil Gubernur Pengganti Ahok Harus Setipe Jokowi

JUMAT, 14 MARET 2014 | 11:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Duet Jokowi-Ahok selama memimpin Jakarta telah menunjukkan chemistry yang "ngeri-ngeri sedap". Antara Jokowi dan Ahok, saling melengkapi bahkan saling dukung mendukung dalam membenahi Jakarta yang sudah terlanjur karut-marut sebagai warisan rezim-rezim birokrasi yang korup.

"Duet Jokowi-Ahok menggambarkan perpaduan antara style komunikasi politik yang santun dengan blak-blakkan, antara gaya blusukkan Jokowi dengan dukungan administrasi birokrasi ala Ahok. Oleh karena itu, sosok yang akan mengisi posisi wakil gubernur harusnya yang setipe Jokowi," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 14/3).

Karena itu, lanjut Ari, bila akhirnya Jokowi menjadi capres PDI Perjuangan dan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka wakil gubernur DKI Jakarta harus figur yang tidak meledak-ledak seperti Ahok. Sebab bila satu tipe dengan Ahok maka justru akan tidak harmonis.


"Sebaiknya cari setipe Jokowi yang gila kerja dan punya kepiawaian komunikasi yang santun. Untuk membangun Ibukota harus dipimpin oleh tipe pemimpin yang bertipe gas dan rem. Kalau Ahok lagi kumat galaknya, harusnya ada wakilnya yang bertindak seperti rem," ujar Ari Junaedi.

Menurut pengajar Program Pascasarjana UI, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini, PDI Perjuangan punya stok kader mumpuni yang berlimpah. Dan yang setipe Jokowi dalam berkomunikasi yang santun namun lugas bisa Boy Sadikin, Teras Narang atau Saeful Jarot.

"Nilai lebih Boy Sadikin adalah politisi yang kenyang dengan asam garam. Didikan ayahnya mendiang Ali Sadikin menjadikan Boy sebagai politisi tahan segala cuaca. Sedangkan Teras yang masih menjabat Gubernur Kalimantan Tengah dan Jarot yang bekas Walikota Blitar tentunya menjadi nilai tambah bagi Ahok untuk mengurai birokrasi Pemda DKI yang terkenal korup," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya