Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa Suruh Pemda Selektif Pilih Investor Asing

SENIN, 10 MARET 2014 | 22:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah daerah (Pemda) diminta hati-hati dan tak asal memberikan ijin usaha pertambangan kepada investor asing. Apalagi saat ini, banyak sekali Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada investor asing yang sangat curang.

"Akibatnya, jika semua investor diberi kemudahan, kekayaan negara bisa dirampas dan tak bisa diambil kembali," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam Diskusi Salman ITB di rumah dinasnya (Senin, 10/3).

Menurut Hatta, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), ada berbagai modus yang biasanya dipakai perusahaan asing demi mendapatkan ijin dimaksud. Misalnya, di awal, investor asing terkesan mendukung prinsip nasionalisme. Namun, belakangan bila tak dipantau, mereka berani menggunakan cara licik merampok aset negara.


Dalam kesempatan ini, Hatta pun menekankan investor asing agar  mematuhi peraturan pertambangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Misalnya melalui aturan Kontrak Karya dan PKP2B, yang mengatur soal pertambangan dalam negeri.

"Kita mendorong investor masuk indonesia tapi ada aturan yang ditaati, mereka bisa masuk PKP2B atau Kontrak Karya," kata Hatta, sambil mengatakan kecakapan pemda dalam memilih investor sangat menentukan maju tidaknya daerah tersebut karena dalam otonomi, daerah punya peran signifikan.

Politisi PAN Chandra Tirta Wijaya mendukung penuh apa yang disampaikan Hatta. 
Dia menjelaskan bahwa bukan hanya masalah perijinan tambang saja, banyak sekali pelaksanaan pertambangan, khususnya yang melibatkan asing, selalu tak beres untuk masalah tenaga kerjanya. Perusahaan asing bermanuver demi mendapatkan ijin, seolah-olah menggunakan tenaga kerja dari warga Indonesia. Padahal di belakangnya, adalah para orang asing.

Apalagi, model-model kecurangan demikian akan berakibat buruk pada semangat otonomi daerah. Karena justru pada ujungnya itu akan merugikan daerah sendiri, sebab eksploitasi bahan tambang itu takkan menghasilkan keuntungan lebih besar bagi daerah.

Lebih jauh, dia membeberkan bahwa himbauan Hatta adalah bukti bahwa komitmen nasionalisme PAN memang tinggi dan tak hanya isapan jempol belaka. Di PAN, kata pria yang duduk di Komisi III DPR itu, Hatt memiliki delapan prinsip pengembangan perekonomian yang pro kepentingan bangsa dan negara. Hal ini diwujudkan dalam berbagai prinsip seperti renegosiasi kontrak pertambangan demi memberi nilai maksimal untuk bangsa dan negara, dan pemberlakukan UU Minerba yang murni dan konsekuen. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya