Berita

Dunia

China Bantu Sri Lanka Hadapi Ancaman AS

SABTU, 08 FEBRUARI 2014 | 12:31 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Di tengah tuduhan Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perang melawan pemberontak etnis Tamil, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, GL Peiris, akan melakukan kunjungan resmi ke Republik Rakyat China (RRC) pekan depan.

Kabar ini disampaikan jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, dalam konferensi persnya di Beijing, Jumat (7/2).

Lei mengatakan, kunjungan Peiris pada 10-13 Februari atas undangan Menlu China, Wang Yi. Begitu seperti dikutip Xinhua (Sabtu, 8/2).


Perlu diketahui, dalam beberapa tahun terakhir China telah muncul sebagai sekutu strategis Sri Lanka dengan menginvestasikan miliaran dolar untuk sektor infrastruktur negara itu.

Pengumuman kunjungan ini bertepatan dengan pengumuman baru AS bahwa negara super power itu akan mensponsori resolusi ketiga di Dewan HAM PBB (UNHRC) atas tuduhan kejahatan perang di Sri Lanka.

Sebelumnya AS juga telah mensponsori dua resolusi yang meminta pemerintah Sri Lanka memulai penyelidikan terhadap tuduhan-tuduhan mengenai kejahatan perang.

Menurut sebuah laporan PBB, sekitar 40 ribu warga sipil etnis Tamil diperkirakan tewas dalam perang sipil selama 25 tahun itu. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya