Berita

Dunia

NATO Berharap Presiden Baru Afghanistan Mau Teken Perjanjian Keamanan

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 11:36 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Saat ini NATO nampaknya sudah tidak mengharapkan Presiden Afghanistan
Hamid Karzai untuk menandatangani Perjanjian Keamanan Bilateral.

Namun menjelang pemilihan presiden Afghanistan pada 5 April mendatang, di mana Karzai sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi setelah menjabat selama dua periode, NATO menaruh harapan kepada presiden di masa mendatang.

"Saya pikir secara realistis berbicara, kemungkinan besar presiden baru akan menandatangani perjanjian keamanan dan dalam hal ini kami siap untuk tinggal setelah 2014," kata kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen dalam Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (1/2).

"Saya pikir secara realistis berbicara, kemungkinan besar presiden baru akan menandatangani perjanjian keamanan dan dalam hal ini kami siap untuk tinggal setelah 2014," kata kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen dalam Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (1/2).

Meski optimis presiden baru Afghanistan akan menandatangani perjanjian tersebut, NATO juga telah legowo jika harapan itu tidak terwujud.

"Jika kita tidak mendapatkan tanda tangan bahkan dari presiden baru, maka kami juga akan siap untuk menarik segala sesuatu di akhir 2014, karena dalam hal ini kita tidak memiliki dasar hukum atas kehadiran lanjutan (pasukan NATO)," lanjutnya seperti dilansir Reuters (Minggu, 2/1).

Perlu diketahui, AS telah berulang kali mendorong Afghanistan untuk mendatangani kerjasama keamanan bilateral ini. Namun, Karzai menolak untuk segera menandatangani kesepakatan tersebut meski mendapat persetujuan dari Majelis Tradisional Loya Jirga. Karzai enggan menandatangani perjanjian tersebut lantaran serangan udara yang dilakukan tentara NATO untuk membasmi Taliban telah banyak menewaskan warga sipil.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya