Berita

Dunia

Tim Sukses Capres Tewas Ditembak

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 10:44 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Tim sukses calon presiden Afghanistan, Abdullah, dari Koalisi Nasional Afghanistan tewas ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.30 waktu setempat, di kota Herat, Sabtu, (1/2).

Pria bersenjata menembaki mobil yang dikendarai manajer kampanye Abdullah, Faiz Zada Hamdard dan sang sopir, Shujauddin.

Jurubicara Abdullah, Sayed Fazel Sancharaki mengatakan, sebelum insiden ini terjadi Hamdard telah mendapat ancaman melalui telepon terkait kampanye.


"Ini adalah berita yang menyedihkan, yang sangat merugikan kita semua. Kami melihatnya sebagai kerugian besar," kata Sancharaki, menambahkan bahwa Abdullah telah meminta agar organisasi keamanan serius menyelidiki insiden ini. Demikian dikutip dari AFP (Minggu, 2/1).

Serangan itu datang di saat Afghanistan sedang mempersiapkan diri menghadapi pemilu yang ditetapkan pada April 5 mendatang, untuk mencari pengganti Presiden Hamid Karzai yang telah menjabat selama dua periode.

Abdullah merupakan salah seorang dari 11 kandidat presiden yang bersaing untuk menggantikan Karzai. Hasil survei awal menyebut bahwa Abdullah mampu meraih cukup banyak suara dalam putaran pertama.

Abdullah adalah seorang dokter mata yang juga sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai presiden Afghanistan tahun 2009 lalu. Ia juga seorang mantan Menteri Luar Negeri di pemerintahan Karzai selama lima tahun, sebelum menjadi kritikus paling sengit di periode dua pemerintahannya. [rus]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya