Berita

michael bloomberg/net

Dunia

Michael Bloomberg Dapat Tugas Khusus dari Sekjen PBB

SABTU, 01 FEBRUARI 2014 | 13:53 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Mantan walikota New York City, Michael Bloomberg, kini memiliki pekerjaan baru. Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki Moon, pada Jumat (31/1) telah menunjuk miliader pemilik media Bloomberg itu sebagai Duta Khusus PBB untuk Perkotaan dan Perubahan Iklim yang mendorong aksi-aksi nyata di kota-kota dunia.

"Bloomberg juga akan membantu Ban untuk berkonsultasi dengan walikota dan hal-hal lain untuk meningkatkan kemauan politik dan memobilisasi tindakan antara kota-kota sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan upaya perubahan iklim," kata Pejabat PBB bidang Informasi Publik, Dan Shepard, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNN (Sabtu, 1/2).

Shepard menyebut penunjukan ini diharap membawa solusi untuk KTT Iklim PBB pada September mendatang di New York.


Shepard juga menambahkan bahwa Ban telah mengundang para pemimpin pemerintahan, perusahaan, keuangan dan organisasi masyarakat sipil untuk tindakan berani dan aksi baru dan lebih kuat atas perubahan iklim.

"Kota memainkan peran penting dalam mengembangkan dan melaksanakan tindakan signifikan terhadap perubahan iklim," lanjutnya.

Sebagai informasi, Bloomberg menjabat sebagai walikota New York dari tahun 2002 sampai 2013, setelah sebelumnya pada tahun 1981 ia meluncurkan perusahaan media massa Bloomberg LP. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya