Berita

FOTO:NET

Dunia

Nilai Perdagangan Malaysia-Brunei Tahun 2013 Meningkat 31 Persen

MINGGU, 26 JANUARI 2014 | 18:01 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perdagangan antara Malaysia dan Brunei mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun lalu.

Begitu dikemukakan Kepala Sekretaris Pemerintah Malaysia, Dr Ali bin Hamsa, pada Sabtu (25/1) sebagai bukti kerjasama yang berkembang antara kedua negara.

Antara Januari dan Agustus saja, papar Hamsa, total perdagangan tercatat hingga RM 2 miliar (atau sekitar Rp 6 triliun). Angka ini meningkat 31 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012.


"Selain itu, perusahaan Malaysia di sektor konstruksi di Brunei telah sangat aktif, yang terdiri dari 11 proyek pengembangan utama dengan kontrak senilai 600 juta dolar AS (atau senilai Rp 86,4 triliun)," katanya saat bertemu dengan Sekretaris Tetap Departemen Perdana Menteri Brunei, Mohammad Abdoh Dato Seri Setia Abdul Salam di Brunei.

Ali menyatakan bahwa Malaysia menghargai peran Brunei yang telah bermain dalam perekonomian Negeri Jiran tersebut. Brunei juga terlibat dalam proyek-proyek yang terdaftar di bawah Wilayah Ekonomi Kunci Nasional dan Koridor Pembangunan Ekonomi, khususnya di bidang pariwisata, real estate, minyak dan gas, perhotelan, dan lain-lain.

Ali juga menyebutan, pembukaan Jembatan Persahabatan dengan panjang 60 meter di Sungai Pandaruan yang berbatasan dengan distrik Temburong, Brunei dan kabupaten Limbang, Sarawak menunjukkan betapa kuat hubungan kedua negara.

"Dengan adanya jembatan ini, akan meningkatkan pembangunan sosial dan
ekonomi antara Sarawak utara dan wilayah Sabah selatan, serta Brunei," lanjut Ali, seperti dikabarkan media nasional Malaysia, The Star.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya