Berita

presiden sby/net

203 Orang Tewas di Tahun 2013 , Konflik Sosial 2014 Perlu Diantisipasi

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 08:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan Presiden SBY perlu mencermati potensi konflik sosial di tahun politik 2014. Sebab konflik sosial di 2013 naik 23,7 persen dibanding 2012.

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S. Pane, menjelaskan di sepanjang 2013 terjadi 153 konflik sosial di Indonesia, baik berupa tawuran, bentrokan massa maupun kerusuhan sosial. Akibatnya, 203 orang tewas, 361 luka, 483 rumah dirusak dan 173 bangunan lainnya dibakar.

Padahal di tahun 2012 hanya ada 154 orang tewas  dan 217 luka. Dari jumlah itu 1 TNI tewas, 2 Brimob tewas, 6 TNI luka, dan 6 polisi luka.


"Jika kondisi ini tidak diantisipasi pemerintah, diperkirakan konflik sosial akan makin marak di tahun politik 2014," beber Neta (Kamis, 2/1).

IPW mencatat, konflik terakhir terjadi 30 Desember 2013 di Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Papua Barat. Konflik ini membuat seorang bocah tewas dan enam bangunan ludes terbakar, di antaranya gedung serba guna Anggi Room.

Sementara korban konflik sosial tahun 2013 tidak hanya melibatkan warga sipil, TNI dan Polri juga jadi korban. Anggota TNI yang tewas 10 orang, polisi 4 orang, sisanya 188 orang adalah warga sipil. Dari 361 korban luka-luka, 42 polisi dan 7 TNI. Konflik sosial di 2013 mengakibatkan 15 mobil dibakar dan 11 dirusak. Sepeda motor, 144 dibakar dan 49 dirusak massa.

Kantor polisi pun jadi korban, di antaranya Polres Ogan Komering Ulu, Sumsel. Begitu juga lembaga pemasyarakatan, seperti Lapas Tanjung Gusta dan Lapas Palopo. Ironisnya, Polri hanya dapat berkata bahwa situasi terkendali setelah adanya peristiwa kerusuhan yang memakan korban jiwa dan harta benda masyarakat.

Dengan banyaknya konflik sosial tersebut terlihat bahwa intelejen Polri sangat lemah. Fungsi deteksi dini seakan tidak berfungsi.

"Di tahun 2014, pemerintah SBY perlu membenahi semua ini. Jika tidak bukan mustahil Pemilu dan Pilpres 2014 akan diwarnai berbagai konflik dan kerusuhan sosial yang menewaskan banyak orang," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya