Berita

sby-boediono/net

Presiden Gelar Ratas Kabinet di Istana Bogor Bahas BPJS

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 12:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/12) pukul 10.00. Rapat yang juga dihadiri oleh Wapres Boediono ini mendengarkan laporan persiapan dan kesiapan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2014.

Pasalnya, dalam sisa waktu yang tinggal sedikit ini, Presiden SBY ingin memastikan pelaksanaannya dengan mendengar laporan dari Menko Kesra Agung Laksono. Presiden juga meminta para pejabat terkait melaporkan tentang pelaksanaan terhadap Undang-undang BPJS serta persiapan terakhir sebelum peluncuruan BPJS.

"Ini sebuah tonggak sejarah yang penting karena akan mengubah wajah dan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia. Ini akan membuat pembangunan yang kita lakukan menjadi lebih adil bagi saudara-saudara kita yang tergolong belum mampu," tegas SBY, seperti dikutip dari situs resmi Presiden.


Sebagai tonggak sejarah, tentunya disadari bahwa masih terdapat masalah, persoalan, serta tantangan yang harus diatasi. SBY berharap ketika diresmikan nanti segala sudah siap. "Dalam arti siap tahapan pertama dalam pemberlakuan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional ini atau dikenal BPJS," ujar Presiden.

Hadir dalam rapat ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkumham Amir Samsudin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya