Berita

pemira pks

Hasil Pemira Menunjukkan kader PKS Solid

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 09:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilihan Umum Raya yang digelar PKS merupakan bukti bahwa kader partai dakwah itu tetap solid. Mereka tidak terpengaruh dengan kasus suap yang membelit Luthfi Hasan Ishaaq.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 30/12).

"Saya apresiasi kepada kader. Mereka tetap solid sekalipun dihantam dengan prahara yang sangat dahstat ini. Info yang saya dengar dari panitia, kader yang memilih itu 86 persen. Itu presentase sangat besar. PKS ternyata tetap solid, bergairah dan penuh semanbat. Prahara ini memang mereka pahami bukan masalah PKS sebagai organisasi, tapi itu individu. Mereka bisa memilah itu," ujar Hidayat.


Kemarin, DPP PKS sudah mengumumkan lima nama calon presiden berdasarkan pilihan kader partai dakwah itu. Hidayat Nur Wahid berada di urutan tertas.

Menurut Hidayat, proses Pemira ini belum selesai. Karena tahapannya masih berlanjaut ke Majelis Syuro, yang akan menentukan siapa dari lima nama itu yang bakal diusung.

Karena itu, Hidayat mengimbau kepada kader PKS tetap proporsional dalam menanggapinya, begitu juga publik.

"Saya juga tidak perlu berlebihan dalam menanggapinya. Kita proporsional saja. Yang jelas, tugas saya sekarang defenitif calon DPR RI. Selain saya fokus tugas di partai dan di DPR. Jadi saya serahkan ke Majelis Syuro yang saya dengar keputusannya akhir Januari. Ditunggu saja. Saya menghargai partai dan kader," tandas Hidayat. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya