Berita

Oknum Paspampres Diduga Mau Provokasi, Anggota Brimob Keluarkan Tembakan Peringatan

SABTU, 28 DESEMBER 2013 | 23:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejumlah oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) diduga mendatangi Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Detasemen A Kwitang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.30 WIB Sabtu dini hari tadi.

"Saat mendekat Mako Brimob Den A, tiga pengendara motor sempat berhenti," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta.

Seperti dilansir Antara, Rikwanto menduga peristiwa itu sebagai bentuk provokasi terkait permasalahan sebelumnya antara anggota Brimob dengan Paspampres.


Namun, Rikwanto menyatakan permasalahan itu sudah diselesaikan antarpimpinan Brimob dengan Paspampres dan situasi sudah kondusif.

Rikwanto menjelaskan kronologis peristiwa tersebut dimana enam orang tidak dikenal menggunakan tiga unit sepeda motor mendatangi Mako Brimob Kwitang sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, sebanyak 15 hingga 20 pengendara sepeda motor berboncengan dari arah Tugu Tani menuju depan Mako Brimob. Nah, sebanyak tiga pengendara motor berhenti turun berjalan menuju arah kedua pintu Mako Brimob.

Orang tidak dikenal itu tidak menggunakan helm dengan ciri rambut "cepak" sambil menarik gas motor dan berteriak kepada anggota Brimob sembari pergi meninggalkan lokasi.

Guna mengantisipasi, Rikwanto menuturkan tiga anggota Brimob mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan sehingga semua pengendara motor langsung meninggalkan lokasi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya