Berita

ketum ppp suryadharma ali/net

Dana Kampanye PPP Rp 45 M, PKPI 19 M

JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | 20:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melaporkan dana kampanye sebanyak Rp 45 miliar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Staf pencatatan dana kampanye PPP, Aam Sulton Nulfalah mengatakan bahwa sebagian besar dana dikumpulkan dari para calon legislatif (caleg).

"Laporan penerimaan dana kampanye dari caleg Rp 43 miliar, kalau total semua sekitar Rp 45 miliar," kata Aam kepada wartawan di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (27/12).

Seperti dilansir JPNN, Aam menjelaskan, DPP PPP memberikan dana sebesar Rp 1,8 miliar. Meski angka dana kampanye PPP sudah mencapai Rp 45 miliar, namun sejauh ini partai pimpinan Suryadharma Ali itu belum menerima sumbangan dari pihak luar. "Rekening dana kampanye juga sudah kami lapor, tapi ada beberapa yang perlu dilampirkan," ujarnya.


Sementara itu Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) melaporkan dana kampanyenya sebesar Rp 19 miliar. Dibandingkan partai lainnya, dana yang dikumpulkan partai besutan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ini terbilang sedikit.

Ditemui di lokasi yang sama, Wakil Bendahara Umum PKPI Dewi Ayu mengatakan, pihaknya mendapatkan dana Rp 15 miliar dari caleg-caleg partainya. Total caleg PKPI untuk kursi DPR RI adalah 535 orang dan seluruhnya sudah melaporkan dana kampanye.

"Kalau dari calegnya Rp 15 miliar, partai Rp 4 miliar. Lainnya tidak ada. Jadi total caleg dan parpol Rp 19 miliar," ucap Dewi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya