Berita

hayono isman/net

Walau Bagian dari Orba, Hayono Isman Seorang yang Demokratis

JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | 19:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peserta konvensi capres Demokrat Hayono Isman berulang kali menekankan pentingnya demokrasi untuk membangun bangsa. Ternyata, bukan kali ini saja dia bicara Demokrasi. Sejak menjabat Menpora di era Soeharto, Hayono sudah gencar bicara pentingnya demokrasi.

"Walau dia bagian dari Orde Baru waktu itu, Pak Hayono banyak bicara demokrasi. Dia selalu menekankan pentingnya untuk membangun negara," ujar cendikiawan muslim Bursah Zarnubi kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat, (27/12).

Mantan Ketua Umum PBR ini melihat, Hayono sebagai orang yang sangat rajin menganjurkan penerapan demokrasi. "Dia penganut paham kebangsaan yang tulen," imbuh.


Atas sikapnya yang demokratis dan reformis itu, Bursah kerap berkomunikasi dan berhubungan baik dengan Hayono. Saat dirinya menjabat Ketua Humanika, Bursah mengundang dua kali Hayono ke kantornya untuk menjadi pembicara diskusi.

"Kami anggap dia punya pandangan untuk perubahan. Dia termasuk generasi muda yang banyak bicara pentingnya demokrasi. Makanya kami undung untuk menjadi pembicara," jelasnya.

"Saya melihat, dia sosok yang terbuka, punya wawasan ke depan tentang bangsa dan negara. Dia sangat diterima dan figur plurasi," tambah Bursah.

Saat ini, sambung Bursah, dirinya masih berhubungan baik dengan Hayono. Dia menilai, Hayono sosok pemimpin yang baik. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya