Berita

hatta rajasa/net

Kader PAN Tak Kaget Hatta Rajasa Paling Diunggulkan

RABU, 25 DESEMBER 2013 | 13:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kader Partai Amanat Nasional tidak kaget atas hasil penelitian Indo Barometer yang dirilis Senin kemarin.

"Karena HR ini barang langka, maka saya tidak begitu kaget dengan hasil survei Indo Barometer tersebut," jelas Ketua Umum DPP Garda Muda Nasional (GMN), sayap PAN, Kuntum Basa (Rabu, 25/12).

Lembaga survei yang digawangi M. Qodari itu menunjukkan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa menempati urutan teratas sebagai capres pilihan masyarakat dari partai politik Islam dengan elektabilitas 11 persen, disusul pendiri Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dengan 6,6 persen.


Kuntum menyebut Menko Perekonomian itu 'barang langka', karena Hatta yang pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi ini, satu-satunya tokoh Islam yang dibicarakan bakal maju pada Pilpres 2014 mendatang berasal dari kelompok teknokrat.

"Indonesia jika mau hebat dimata dunia, harus dipimpin oleh bukan sekadar ahli dalam agama. Namun harus menguasai teknologi. Karena dunia saat ini sudah beralih ke abad modern yang serba canggih," ungkap Kuntum.

Karena itu, sambung Kuntum, pencapresan mantan akivis Masjid Salman ITB itu bukan karena kepentingan beliau.

"Tapi lebih karena kebutuhan rakyat Indonesia terhadap tokoh yang mampu membawa perubahan republik ini menjadi setara dengan negara-negara maju lainnya," tandas calon anggota DPR dari daerah Pemilihan Jawa Tengah III ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya