Berita

mahfud md/net

Mahfud MD: Proses Pengangkatan Patrialis Akbar Memang Tidak Transparan

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 11:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai hakim Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) sudah mempertimbangkan secara matang atas vonis membatalkan Keputusan Presiden (Keppres) 87/2013 tentang pengangkatan Patrialis Akbar dan Maria Farida Indrati sebagai hakim MK.

"Dan menurut saya, jika acuannya UU MK, vonis itu sudah benar. Karena perintah UU terkait keterbukaan dan transparansi memang tidak dipenuhi dalam keluarnya keppres itu," jelas Mahfud MD kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/12).

Namun, khusus untuk Maria, menurut Mahfud, bahan pertimbangannya kurang lengkap. Pasalnya, Maria dibatalkan karena imbas Keppres pengangkatannya dijadikan satu dengan Keppres pengangkatan Patrialis. Seandainya dipisah, Maria kemungkinan akan aman. Sebab sebenarnya Maria sudah diseleksi melalui proses yang sangat transparan pada tahun 2008.


"Dia diseleksi oleh Tim yang dipimpin oleh Adnan Buyung Nasution, Wantimpres Bidang Hukum. Bu Maria, Pak Sodiki, Pak Mukthie Fajar menyisihkan 12 calon lainnya dan mereka diangkat oleh Presiden setelah seleksi yang sangat terbuka," jelas Mahfud.

Karena itu menurutnya, Maria bisa dianggap sudah memenuhi syarat terbuka dan transparan saat diangkat pada tahun 2008. Dan selama jadi hakim MK sejak tahun 2008, prestasinya sangat baik, dedikatif, dan bersih.

"Mungkin, ini yang perlu jadi pertimbangan khusus di Pengadilan Tinggi saat pemeriksaan tingkat banding nanti. Saat pengangkatan Bu Mari masyarakat tahu kapan fit and proper dan siapa saja calon-calon lain yang disisihkannya," demikian Mahfud, yang saat ini digadang-gadang PKB sebagai calon presiden. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya