Berita

Ratu Atut Chosiyah/net

Demi Masyarakat Banten, Gubernur Ratu Atut Disarankan Mundur

JUMAT, 20 DESEMBER 2013 | 13:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Secara legal-formal, Ratu Atut Chosiyah masih sah menjadi Gubernur Banten karena dia belum menjadi terdakwa. Saat ini, Atut masih sebagai tersangka kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi.

Namun, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemberdayaan Perempuan itu perlu mempertimbangkan kepentingan publik yang lebih luas. Pasalnya, sangkaan kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya telah terbukti membuat dia tidak bisa bekerja dengan baik.

"Deretan tugas-tugas penting terabaikan sebut saja pelantikan Walikota Tangerang yang sudah dibatalkan 5 kali," ujar pegiat anti korupsi Dahnil Anzar Simanjuntak (Jumat, 20/12).


Apalagi di tengah serbuan kekecewaan publik atas dugaan keterlibatannya dalam praktek rente dan korupsi di Banten, telah membuat Atut kehilangan legitimasi dari publik sebagai gubernur Banten. "Publik tidak percaya lagi dengan Atut," jelas dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ini.

Karena itu menurut Dahnil, kebesaran jiwa yang dicontohkan Andi Mallarangeng yang mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga ketika ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang agaknya perlu di contoh Atut.  "Dengan mengambil sikap mundur, saya kira Atut memberikan contoh baik kepada publik di tengah berbagai tuduhan tidak baik mengarah kepada dia," demikian Dahnil. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya