Berita

Fadli Zon Akui Elektabilitas Gerindra Masih Jauh dari Target

KAMIS, 19 DESEMBER 2013 | 12:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon mengapresiasi beberapa hasil survei yang baru-baru ini dirilis terkait partai dan calon presiden yang didukung partai tersebut.
 
“Memang benar hasil survei masih jauh target kami untuk memenangkan pemilu. Namun dengan adanya hasil survei tersebut harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh seluruh elemen Partai Gerindra untuk bekerja lebih keras,” jelas Fadli Zon dalam keterangan persnya (Kamis, 19/12).

Menjelang Pemilu 2014, beberapa lembaga merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik dan calon presiden dalam menghadapi Pemilu 2014. Dalam Survei yang dirilis lembaga Survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menempatkan Jokowi sebagai calon presiden dengan elektabilitas tertinggi yaitu 22,97%, disusul oleh Prabowo Subianto dengan 19,1%, Aburizal Bakrie 12,09%, dan Megawati Soekarnoputri 11,42%.
 

 
Lembaga survei lainnya yaitu Indo Barometer menempatkan PDIP sebagai partai yang paling disukai pemilih muda dengan elektabilitas sebesar 18,1%, disusul Golkar 12,9%, dan Gerindra sebesar 8,2%.
 
Menurut Fadli, masih ada waktu sekitar empat bulan untuk meningkatkan elektabilitas partai. “Kami akan terus bekerja maksimal dengan terus melakukan konsolidasi dan aksi yang nyata untuk pemenangan Gerindra.” [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya