Berita

Tubagus Ace Hasan Syadzily

TB Ace: Partai Golkar di Banten tidak Tergantung Ratu Atut

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 23:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Golkar turut prihatin atas penetapan Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka kasus suap penanganan sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi yang diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi siang tadi. Meski Golkar sudah menduga sebelumnya Gubernur Banten itu bakal jadi tersangka setelah beberapa diperiksa lembaga antirasuah itu.

"Kita semua berkewajiban untuk menghormati proses hukum yang sekarang ini sedang berlangsung. Kami percaya KPK akan berlaku obyektif dalam menegakkan hukum di Banten dengan seadil-adilnya," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, dalam pesan singkat yang diterima malam ini (Selasa, 17/12).

Namun, dia menegaskan, pihaknya tidak hanya tergantung kepada Ketua DPP Partai Golkar bidang Pemberdayaan Wanita itu untuk wilayah Banten. Pasalnya kader partai Beringin ini tidak hanya Atut di daerah tersebut.


"Sebagai partai yang telah memiliki sistem kaderisasi yang terstruktur, Partai Golkar tak hanya tergantung pada figur seseorang saja. Masih banyak kader-kader Partai Golkar yang potensial dan mengakar. Bahkan diantaranya menjadi Kepala Daerah di Banten yang tidak terkait dengan keluarga Ibu Atut," ujar politikus muda yang juga caleg DPR RI dari daerah pemilihan Banten 1 ini.

"Misalnya Pak Zaki Iskandar, kader muda Partai Golkar yang sekarang menjadi Bupati Tangerang. Ada Tubagus Iman Aryadi, kader muda Golkar yang kini menjadi Walikota Cilegon. Belum lagi, para calon anggota legislatif yang sekarang secara intensif melakukan kerja-kerja serius di masyarakat. Serta tentu saja struktur partai yang masih solid yang siap berjuang menghadapi Pemilu 2014," demikian bekas Ketua BEM UIN Jakarta yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya