Berita

Imin Tempel Rhoma, Sekjennya Dukung Mahfud MD

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 06:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai memainkan momentum politik dengan cara yang cantik pada hari Sabtu (14/12) dan Minggu (16/12) kemarin.

Penilaian itu disampaikan pakar politik yang juga mantan Menteri Otonomi Daerah, Ryaas Rasyid, dalam keterangannya pagi ini (Selasa, 17/12).

Pada Mingu, PKB membuka panggung politik selebar-selebarnya untuk kandidat presiden Mahfud MD. Caranya, DPW PKB Jateng membuat Rakorwil dan Halaqoh Alim Ulama Nasional untuk mencalonkan Mahfud MD sebagai Presiden pada tahun 2014.  "Pencalonan itu ditegaskan dalam bentuk deklerasi secara terbuka yg berlangsung di Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo Magelang," jelasnya.


Rekomendasi dalam bentuk naskah deklarasi politik ini akan disosialisasikan pada masyakarat Jateng dan dibacakan secara terbuka di depan para ulama. Naskah kemudian diserahkan secara resmi oleh Ketua DPW PKB Jateng, Gus Yusuf Khudhori, pada Sekjen DPP PKB, Imam Nahrowi.

Sementara pada Sabtu, PKB memberi panggung untuk Rhoma Irama kandidat presiden PKB yang lain. Rhoma yang juga penyanyi dangdut itu, dengan dihadiri Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, membuka Posko Rhoma For Presiden di Jakarta.

Menurut Ryass, Muhaimin Iskandar telah memainkan kartu politik secara cerdik. Di satu sisi, ia hadir di acara Posko Rhoma. Tetapi pada sisi lain, ia menugaskan Sekjen PKB Imam Nahrowi dan Ketua lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB, Saifullah Maksum, untuk hadir pada deklarasi pencapresan Mahfud di Tegalrejo, Magelang.

"Ini satu permainan politik yang cerdik. PKB merangsang publik agar pilih PKB dengan menawarkan calon-calo yang populer," tandas Wantimpres ini.  

Dia itu juga menilai, kedua kandidat presiden PKB itu sama-sama diberi panggung dan tak saling menjegal. Bahkan dikompetisikan secara sehat. "PKB membuka pintu untuk menawarkan calon-calonnya pada masyarakat secara terbuka," demikian Riyas Rasyid. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya