Berita

Didukung PKB, Mahfud MD Merasa Tersandera

SENIN, 16 DESEMBER 2013 | 08:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD merasa tersandera atas dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Dukungan seperti ini sekali lagi membuat saya seperti tersandera. Tersandera untuk terus berjuang memperbaiki negara," ungkap Mahfud, seperti dikutip dari dalam siaran pers yang diterima pagi ini (Senin, 13/12). Dia mengatakan itu kemarin saat DPW PKB dan seluruh pimpinan cabang se Jawa Tengah  menandatangani “Deklarasi Dukungan untuk Mahfud MD sebagai Calon Presiden” di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (PAI) Tegalrejo, Magelang.  

Sebelumnya dalam sambutannya di acara yang sama, Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori mengatakan, dirinya bersama pengurus sudah mendampingi Mahfud MD keliling di Jawa Tengah dan mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat untuk mencalonkan sebagai Presiden bagi mantan Menteri Pertahanan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu.


“Pertimbangan yang paling utama adalah Pak Mahfud lah tokoh nasional yang selama ini memiliki integritas yang sempurna, bersih, cakap, dan berani bertindak untuk kepentingan rakyat atas nama konstitusi,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu.

Pertimbangan lain, Mahfud terbukti sukses memimpin MK periode 2008-2013 dan menjadikan MKRI sebagai salah satu dari 10 MK terbaik di dunia. “Pak Mahfud tidak hanya sukses menjaga marwah MK, beliaupun tidak tergoda untuk melakukan korupsi di saat para pejabat kita saat ini bergelimang harta karena memanfaatkan jabatannya untuk mencuri uang negara,” tandasnya, disambut tepuk tangan.

Lebih jauh, Gus Yusuf mengatakan, untuk menjadikan Mahfud MD sebagai calon presiden pada Pemilu 2014, PKB harus mendapatkan minimum 20 persen suara pada pemilihan legislative mendatang. Karena itu, semua pengurus dan kader PKB harus bekerja keras memenangkan PKB di Jawa Tengah.

PKB menurut Gus Yusuf, selama ini mendapat keuntungan dengan prestasi  yang dicapai oleh kader terbaiknya seperti Mahfud MD. Bahkan, menurut survei CSIS Bulan Nopember lalu, PKB yang diprediksi berada di posisi kelima pada Pemilu 2014 nanti, akan naik elektabilitasnya ke posisi keempat bila menyebutkan Mahfud MD sebagai capres yang akan diusung. Survei oleh lembaga lain menyebutkan, Mahfud MD diharapkan sebagai pemersatu parpol-parpol Islam untuk berkoalisi.

"Survei LSN itu juga mengungkapkan bahwa publik lebih memilih Mahfud sebagai Capres dari PKB dibandingkan calon lain, serta menjadi tokoh yang memiliki sentimen positif paling tinggi di media massa nasional," bebernya.

"Di bidang hak asasi manusia (HAM), Setara Institute pekan lalu merilis hasil survei bahwa Mahfud MD dan Jokowi merupakan tokoh yang paling peduli dan punya visi tentang HAM. Ini prestasi yang komplit dari seorang anak bangsa dan kader PKB, sudah tentu membanggakan kita semua, ya PKB ya NU” tegas Gus Yusuf.

Tak heran, lanjut Gus Yusuf, jika Mahfud MD dikenal sebagai pewaris dan penerus fiqhi politik Gus Dur, yang menganut paham pluralisme demokratis dalam hidup bernegara.  Ia selalu bersikap ingin menguatkan kebersamaan dalam pluralisme sebagai ikatan kebangsaan Indonesia yang berdasar Pancasila.

"Pak Mahfud berpandangan bahwa seluruh warga bangsa harus diperlakukan sama tanpa memandang agama, ras, dan suku. Yang dipentingkan adalah penegakan hukum secara adil bagi siapapun," sanjungnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya