Berita

JK: Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Keluarga

SENIN, 16 DESEMBER 2013 | 07:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, HM Jusuf Kalla mengatakan, masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Hal itu diungkapkan JK, sapaan karibnya, saat memberikan ceramah dalam program Sosialisasi Pos Pemberdayaan Keluarga, yang digelar PP DMI bekerjasama dengan Posdaya Yayasan Damandiri, di Jakarta kemarin, Minggu (15/12).

"Masjid sangat berpotensi menjadi agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, saya sangat mendukung kegiatan ini," kata JK.


Wakil Presiden RI (2004-2009) ini melanjutkan, masjid harus difungsikan sebagai pusat ibadah dan kegiatan kemasyarakatan. Pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, katanya, menjadi program DMI.

"Banyak yang akan dan sedang kita lakukan untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Masjid harus memberi manfaat yang maksimal bagi umat dan bangsa," jelasnya.

JK mengakui, Indonesia yang mayoritas muslim masih banyak yang hidup dalam kemiskinan. Untuk itu, kata dia, upaya menyejahterakan bangsa menjadi tanggungjawab bersama, termasuk DMI dan Yayasan Damandiri.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan majelis taklim muslimah yang berada di bawah koordinasi DMI se-Indonesia, serta pimpinan Yayasan Damandiri, Prof Dr Hayono Suyono, yang juga mantan Menko Kesra di era Orde Baru itu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya