Berita

maneger Nasution/net

Menteri M. Nuh Didesak Beri Sanksi Rektor ITN atas Wafatnya Fikri

SABTU, 14 DESEMBER 2013 | 22:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komnas HAM turut berduka atas meninggalnya Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa baru Planologi, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur.

Putra Haji Subhan itu meninggal dunia saat mengikuti Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China di Desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang 13 Oktober 2013 lalu.

Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, menegaskan sekolah dan kampus bukanlah lembaga pendidikan kekerasan. Karena itu, dia mendesak agar ospek bernuansa kekerasan dihentikan secara total dan menggantinya dengan program ospek baru tanpa kekerasan.


"Ospek yang lebih akademik, pengenalan strategi pembelajaran, cara membuat makalah, presentasi dan berdialog serta lebih membangun karakter mahasiswa. Tidak seperti selama ini: kaya kekerasan dan pewarisan dendam antar generasi, tapi miskin akademik, akal sehat dan karakter," tegas Maneger malam ini (Sabtu, 14/12).

Karena itu, Maneger mendesak Rektor ITN Malang memberi sanksi kepada pihak terkait atas kelalaian dalam ospek tersebut sehingga Fikri meninggal dunia. Sanksi tidak hanya kepada mahasiswa dan pimpinan jurusan, tapi juga kepada pimpinan fakultas.

Tak hanya itu, Komnas HAM mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk turun tangan. Menteri M. Nuh harus memberikan sanksi, tidak hanya kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, tapi juga langsung kepada Rektor atas keabaiannya dalam pengawasan ospek tersebut.

"(Komnas HAM) juga mendesak Kapolres Malang untuk menuntaskan kasus tersebut. Untuk pembelajaran dan mengingat kasus seperti ini sudah berulang-ulang, Komnas HAM akan menyelidiki kasus tersebut," demikian Maneger. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya