Berita

Politik

MK Harusnya Diskualifikasi Alex Noerdin

SENIN, 07 OKTOBER 2013 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hakim Mahkamah Konstitusi diminta untuk memutuskan sengketa Pilgub Sumsel secara objektif dan realistis. Bagi pengamat hukum Boyamin Saiman, pelanggaran dan tindakan memanfaatkan APBD untuk kampanye sebagai bentuk kecurangan dan sudah cukup dijadikan alasan untuk mendiskualifikasi calon gubernur incumbent Alex Noerdin.

"Jika ada kecurangan harusnya didiskualifikasi. Bukan melakukan Pilkada ulang di beberapa daerah," kata Boyamin saat dihubungi wartawan, Senin (7/10).

Boyamin curiga keputusan MK agar dilakukan pemilihan ulang di sejumlah daerah dalam kasus sengketa pertama Pilgub Sumsel sengaja dibuat agar ada posisi tawar kepada incumbent.


"Ini dibuat sengaja agar ada posisi tawar dari oknum MK yang mau bertransaksi. Sehingga membuat dua kubu merasa tergantung oleh MK, dalam posisi tertentu mau tidak mau ada transaksi," ujarnya.

Dia mengatakan dalam putusannya nanti MK harus ada ketegasan, realistis dan objektif apalagi saat ini kepercayaan publik terhadap MK sangat rendah akibat penangkapan yang dilakukan KPK terhadap Ketua MK Akil Mochtar yang kedapatan menerima suap terkait sengketa pilkada.

"MK harus tegas. Jika incumbent melakukan kecurangan diskualifikasi saja," bebernya lagi.

Direktur Masyarakat Anti Korupsi untuk Indonesia (MAKI) itu berpendapat berdasarkan kecurangan yang dilakukan calon di satu kabupaten saja sudah seharusnya MK menggugurkan kemenangannya. Apalagi MK sebelum gugatan hasil pemilihan ulang disampaikan pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa) dan Eddy Santana Putra-Anisja Djuita Supriyanto alias Wiwiet Tatung (ESP-WIN) sudah menyatakan incumbent melakukan kecurangan di empat kabupaten.

"Patut diduga ada main-main di MK karena menunggu ada yang melakukan penawaran. Jika saja kemarin ada kecurangan oleh incumbent dan kemudian digugurkan, maka MK akan terhindr dari adanya dugaan transaksi. Mungkin, kemarin tawarannya baru kecil-kecil jadi keputusannya dibuat menggantung," Demikian Boyamin. [dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya