Berita

presiden sby

KISRUH KOMISI PENYIARAN

Dono Minta Presiden SBY Cabut Keppres KPI 2013-2016

SENIN, 07 OKTOBER 2013 | 21:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Proses rekrutmen komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2013-2016 ditenggarai cacat hukum dan melanggar UU 32/2002 tentang Penyiaran. Kekacauan ini dinilai dimulai sejak awal Tim Seleksi melakukan pekerjaannya. Sejauh ini tidak jelas hasil penilaian tertulis terhadap calon anggota KPI yang diserahkan ke Komisi I DPR beberapa waktu lalu.

Tidak tanggung-tanggung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombusdman diminta turun tangan mengusut segala kemungkinan di balik pemilihan itu. Sementara Presiden SBY pun diminta mencabut Keppres mengenai KPI 2013-2016.

Permintaan di atas disampaikan Dono Prasetyo, salah seorang calon anggota KPI yang merasa dirugikan dan menjadi korban praktik mencurigakan di balik pemilihan anggota KPI yang baru.


Menurutnya, ada 11 nama yang seharusnya lolos ujian untuk mengikuti fit and proper test di DPR RI dicorettanpa alasan. Sementara ada tiga nama yang seharusnya tidak lulus ujian malah disertakan dalam fit dan proper test. Diantaranya, ARF di peringkat 2, RR di peringkat 5 dan Dono sendiri yang berada di peringkat 23.

  Adapun tiga calon anggota yang seharusnya tidak lulus tetapi justru diloloskan, menurut Dono adalah, BN yang berada di peringkat 30 dan merupakan incumbent, IS (peringkat 45) dan RY (peringkat 65).

Pembentukan Timsel juga melanggar Bab 3 pasal 3 ayat 4 peraturan KPI/P/KPI/07/2011 tentang Pedoman Rekrutmen KPI, dimana disebutkan DPR RI memilih dan menetapkan lima orang anggota Tim Seleksi Pemilihan Anggota KPI Pusat yang komposisinya mewakili unsur tokoh masyarakat,akademisi/kampus,dan pemerintah. Faktanya Tim Seleksi hanya terdiri dari tiga orang.

  "KPI adalah lembaga negara independen persis sama dengan MK. Karena itu kami minta agar KPK dan Ombusdman untuk memproses kasus rekrutmen yang bermasalah ini terutama keluarnya SK Tim Seleksi oleh DPR sampai keluarnya SK Presiden" ujarnya.

"Kami mohon masyarakat juga bersama-sama memantau proses cacat hukum di KPI," demikian Dono. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya