Berita

Suap Rp 20 Miliar Warnai Sengketa Pilwalkot Kediri

JUMAT, 04 OKTOBER 2013 | 14:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Praktik suap menyuap yang menyeret Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tidak hanya terjadi terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten.

Informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online, transaksi suap menyuap juga mewarnai sengketa Pilkada Kota Kediri. "Uang suapnya fantastis, totalnya Rp 20 miliar," kata sumber yang sejak awal terlibat Pemilukada Kota Kediri.

Suap diberikan antara lain ke Hakim MK dengan tujuan MK mengeluarkan putusan membatalkan gugatan pemohon dan menetapkan pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah sebagai pemenang Pilkada Kota Kediri.


Pilkada Kota Kediri digelar bersamaan dengan Pilkada Jatim, 29 Agustus 2013. Berdasarkan rekapitulasi hasil pemilihan yang dilakukan KPU Kota Kediri, pasangan nomor urut 6 Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah dinyatakan menang dengan selisih tipis dari pasangan incumbent, Samsul Ashar-Sunardi. Pasangan Samsul-Sunardi yang merupakan incumbent menggugat ke MK atas tuduhan adanya kontrak politik sebelum kampanye yang dilakukan pasangan Abdullah-Lilik.

Disebutkan, uang suap tersebut tidak dinikmati oleh seorang Hakim MK seperti yang terjadi dalam kasus Pilkada Kabupaten Gunung Mas dan Lebak, yang untuk sementara ini diungkap KPK hanya menyeret Akil Mochtar. Tapi, suap disalurkan ke beberapa penerima. Suap melibatkan jaringan si hakim.

"Transaksi suapnya Senin lalu bertepatan sidang di MK dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi."

Seperti diyakini publik bahwa suap terkait Pilkada Gunung Mas dan Lebak melibatkan jaringan Akil Mochtar selaku Ketua MK, suap menyuap di kasus sengketa Pilkada Kota Kediri juga terjadi demikian.

"Kasusnya mengarah ke sana (melibatkan jaringan)," kata sumber yang beberapa saat tadi, (Jumat, 4/10), mendatangi KPK untuk membuat pengaduan.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya