Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjawab keraguan besar di kalangan masyarakat, dan membuktikan diri bisa menjadi hulubalang pemberantasan korupsi yang merajalela. Kini giliran Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) menjawab keragu-raguan masyarakat atas riset yang mereka lakukan di kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.
Demikian disampaikan inisiator TTRM yang juga Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief. Bersama sejumlah pakar yang terlibat dalam riset, seperti DR. Danny Hilman, DR. Ali Akbar dan DR. Didit Ontowirjo, Andi Arief dijadwalkan bertemu Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar di Gedung Sate, Bandung, hari ini (Kamis, 3/10).
Dalam pertemuan itu, TTRM akan mempresentasikan hasil riset yang mereka lakukan selama ini di Gunung Padang. Dengan menggunakan berbagai metode ilmiah, seperti geolistrik, georadar dan tomografi, juga pengujian lewat pengeboran, tim menyimpulkan ada bangunan besar buatan manusia yang tertimbun di bawah situs megalitkum itu.
“Ini megastruktur. Hipotesa bangunan dalamnya yang terbungkus bangunan luar tadi meski belum lewat eskavasi, namun dari beberapa titik pengeboran secara meyakinkan keberadaan chamber dan bentuk lainnnya persis pemindaian geofisika dari tim non tomografi maupun tim tomografi,†ujar Andi Arief.
Dia melanjutkan, ini adalah kali pertama temuan bangunan bawah permukaan peninggalan masa lalu yang teridentifikasi teknologi.
“Para peneliti beberapa hari lalu dengan pertimbangan lengkapnya data yang ada memutuskan untuk untuk membuka akses masuk bangunan bawah permukaan dengan kehati-hatian tinggi.Dipastikan berada di kedalaman delapan sampai 10 meter dari permukaan. Lokasinya berada sedikit di luar situs,†jelasnya lagi. [dem]