Berita

rizal ramli/rm

RR: Wajar Buruh Tuntut Kenaikan Upah

SELASA, 01 OKTOBER 2013 | 20:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DR. Rizal Ramli mendukung upaya para buruh memperjuangkan kenaikan upah. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat harga bahan pokok melonjak tinggi sehingga berimbas pada besarnya beban hidup yang harus ditanggung buruh.

"Sebuah kewajaran kalau buruh meminta kenaikan upah," kata Rizal Ramli ketika jadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan "Bakti buruh untuk Negeri dan Ibu Pertiwi Membangun Kesejahteraan Bersama" di Aula Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/10).

RR, demikian Rizal Ramli disapa, mengatakan bahwa rakyat berharap harga pangan murah. Sementara kenaikan harga BBM, lebaran, dan melemahnya nilai tukar rupiah membuat sejumlah kebutuhan pangan mengalami lompatan harga. Dengan begitu daya beli rakyat pun semakin rendah.


Dia menekankan pentingnya keberpihakan Negara dan Pemerintah terhadap nasib rakyat kecil. Berbeda dengan Jepang, Cina, dan Brazil yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdampak bagi perbaikan kesejahteraan rakyatnya, pertumbuhan ekonomi kita biasa saja dan malah tidak berdampak bagi perbaikan kesejahteraan sebagian besar rakyat.

Hal ini terlihat dari rendahnya indeks pembangunan manusia (human development index/HDI) di Indonesia. Dari 187 negara yang dinilai, Indonesia berada di urutan 121. Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Thailand dan Filipina. Sedangkan Malaysia jauh meninggalkan Indponesia di posisi 64. Bahkan Singapura dan Brunei Darussalam menduduki peringkat 18 dan 30.

"Kunci memperbaikinya adalah share growth dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat," kata Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya