Berita

ilustrasi/net

Politik

Soal Keterwakilan Perempuan, Parpol Jangan Lawan Konstitusi

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 15:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pesta demokrasi lima tahunan masih menyisakan persoalan mendasar bagi perempuan Indonesia. Pasalnya keterwakilan politik perempuan dalam panggung politik elektoral Indonesia masih belum dilaksanakan dengan baik oleh partai politik.

"Ini memprihatinkan sebab selama lebih dari tiga dasawarsa, publik politik nasional masih biasa gender dan menafikan peran politik kaum perempuan. Parpol tak pernah serius memprioritaskan perempuan untuk berkarya dalam politik Indonesia," jelas Ketua Bidang Pengurus Pusat Gerakan Perempuan Indonesia (PP Genesia), Zahra, dalam keterangan persnya, Senin (30/9).

Selama ini negara sudah akomodatif terhadap wacana dan tuntutan keterwakilan politik perempuan seperti tercermin dalam UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik dan UU Nomor 10/2008 tentang Pemilihan Umum. Namun, harus disadari bahwa ruang ekspresi politik perempuan yang diberikan negara dan para elite partai masih jauh dari spirit keadilan dan keseteraan.


"Padahal representasi politik perempuan merupakan satu elemen penting jika kita ingin menempatkan konteks demokratisasi Indonesia dalam perspektif demokrasi yang ramah jender (gender democracy). Berbeda dengan para politisi laki-laki yang lebih asyik dengan narasi-narasi politik besar, kalangan aktivis perempuan akan fokus dan konsisten untuk memperjuangkan kuota 30 persen representasi politik perempuan sebagai agenda perjuangan bersama, " tegasnya.

Merespons itu, Zahra mendesak parpol lebih serius dan tidak membangkang terhadap konstitusi khususnya keterwakilan perempuan dalam parlemen. Jika membangkang, Zahra mengimbau perempuan Indonesia tidak memilih parpol tersebut dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Kita minta parpol serius menjalankan aturan keterwakilan perempuan, jangan hanya sebagai pemanis saja. Jika terus meminggirkan perempuan, jangan pilih parpol tersebut," pungkasnya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya