Berita

andi arief/net

Andi Arief: Tidak Boleh Ada Pelanggaran dalam Riset Gunung Padang

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 11:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bila tidak ada aral melintang Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) akan mempresentasikan hasil penelitian situs megalitkum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, kepada Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Cianjur hari Kamis mendatang (3/9).

Menurut inisiator TTRM Andi Arief yang juga Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, TTRM memegang teguh prinsip tidak melakukan pelanggaran aturan dalam penelitian. Juga tidak menggunakan kekuasaan dan tekanan kekuatan politik.

"Prinsip itu semaksimal mungkin dipegang teguh sejak memulai riset di Gunung Padang. UU Cagar Budaya dan UU riset menjadi acuan prosedural riset. Semua perijinan ditempuh, dari ijin Pemkab, Direktorat Cagar Buda dan Arkeolog Nasional. Di luar itu ada izin tambahan Tomography ke aparat hukum, aparat desa dan sebagainya," ujar Andi Arief.


Andi Arief juga mengatakan, sesungguhnya mereka bisa saja melakukan riset secara tertutup. Namun, sejak awal melakukan penelitian TTRM memutuskan untuk mengkomunikasikan setiap temuan, hasil laboratorium dan langkah-langkah riset kepada masyarakat luas.

"Pertama, agar riset ini menjadi milik bersama. Kedua, ingin menunjukkan jangan ada keraguan pada ahli dari bangsa kita sendiri. Ketiga, agar masyarakat mengontrol jalannya riset," ujar Andi Arief lagi menjelaskan pertimbangan membuka riset.

"Output dari presentasi hasil penelitian nanti bisa berupa keputusan menteri atau keputusan presiden, atau cukup peraturan pemda," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya