Berita

Kadin Diminta Lebih Riil Berikan Kontribusi

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 18:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Didaulatnya DR. Rizal Ramli menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) disambut baik kalangan ekonom. Rizal Ramli diharapkan bisa optimal dan memaksimalkan kerja-kerja ekonomi untuk kepentingan bangsa.

"Ya, Kadin lebih riil saja kontribusinya untuk perekonomian," ujar ekonom Dradjad Wibowo dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (29/9).

Rizal Ramli yang dikenal sebagai ekonom senior terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kadin dalam Rapat Pimpinan Nasional di Bali yang digelar Sabtu kemarin (28/9). Selain memilih Rizal Ramli sebagai Ketua Umum, ke-30 pengurus Kadin Daerah dan 20 asosiasi pengusaha yang jadir juga sepakat memilih Setiawan Djodi sebagai Ketua Dewan Pembina.


Rapimnas yang digelar di Bali kemarin adalah kelanjutan dari Munas Luar Biasa yang digelar di Pontianak, bulan April lalu. Dalam Munaslub itu pengurus Kadin Daerah sepakat menggusur Suryo Bambang Sulistio.

Kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi, Rizal Ramli yang pernah menjadi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan mengatakan dirinya tidak menyangka dipilih sebagai aklamasi. Dia menyadari bahwa tanggung jawab yang diberikan kepadanya terbilang berat.

"Banyak yang tidak puas pada kepemimpinan yang lalu karena dinilai hanya menjadi bayang-bayang dari kelompok pengusaha tertentu. Saya akan fokus pada perubahan menjadikan Kadin sebagai elemen penting dalam mensejahterakan segenap bangsa Indonesia," ujar Rizal Ramli yang dinilai sukses ketika menjadi Komisaris Utama PT. Semen Gresik.

Kadin, sambung Rizal Ramli yang juga Ketua Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK), akan memperjuangkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan kekuatan bisnis nasional, daerah dan rakyat Indonesia.

"Dengan misi seperti itu, Kadin tidak lagi menjadi sekadar organisasi lobby untuk kepentingan para pemimpinnya," demikian Rizal Ramli.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya