Berita

Politik

Rizal Ramli Angin Segar Dunia Usaha

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 17:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Didaulatnya ekonom senior DR. Rizal Ramli menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam Rakernas di Bali, Sabtu (28/9) kemarin, tidak hanya untuk penugasan terkait persoalan teknis bisnis semata. Biar bagaimana pun, Ketua Umum Kadin adalah jabatan politis. Dia akan lebih banyak berkutat pada masalah-masalah kebijakan. Kadin tentu harus memperjuangkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan kekuatan bisnis nasional, daerah, dan rakyat Indonesia.

Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS), Edy Mulyadi menilai, visi RR, demikian Rizal Ramli disapa, merubah Kadin menjadi elemen penting dalam mensejahterakan segenap bangsa sangat tepat. Dengan begitu, Kadin tidak lagi menjadi sekadar organisasi lobby untuk kepentingan para pemimpinnya.

Edy juga yakin RR bakal bisa mewujudkan visinya itu. Selain maknyus untuk soal-soal makro ekonomi, dia juga maknyus untuk urusan mikro ekonomi. Soal kemampuan memimpin organisasi, tentu jadi catatan prestasi lain dari sosok yang pernah menjabat Menteri Koordinator Perekonomian dan Keuangan di era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu. RR merupakan angin segar dunia usaha.


"Rizal Ramli memang pernah menduduki sejumlah jabatan publik yang strategis dan penting. Artinya, dia oke untuk hal-hal makro ekonomi. Tapi, lewat serenceng prestasi yang pernah diukir RR, tentu bukan perkara baru apalagi asing bagi dia untuk menyelesaikan berbagai persoalan teknis bisnis," ujar Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS), Edy Mulyadi, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/9).

Edy menekankan, sejarah bisa menjawab dengan fasih keraguan penguasaan dan kemampuan RR terkait soal-soal mikro ekonomi. RR misalnya, sukses mendatangkan untung bagi Bulog saat menjabat Kepala Bulog. Saat menjadi Kapala Bulog, RR berhasil membawa keuntungan meski hanya memimpin selama 15 bulan. Di bawah tangan dinginnya, Bulog diubah menjadi instansi yang lebih transparan dan accountable, misalnya dengan penghapusan rekening off-budget menjadi on-budget yang mengakibatkan angka surplus yang cukup tinggi bagi Bulog.

Contoh lain bagaimana capres paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini terjun langsung ke hal-hal mikro terlihat dari usahanya menyelamatkan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dari kehancuran akibat krisis 97/98. Sebagai Menko Perekonomian saat itu dia merestrukturisasi bisnis dan utang PT IPTN. Langkah pertama dilakukan dengan mengubah paradigma industri pesawat yang selama ini high cost menjadi kompetitif.

Jejak RR di ranah mikro, juga tampak ketika dia melakukan operasi penyelamatan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Langkah gebrakan lain yang menghasilkan prestasi gemilang juga terjadi ketika dia berhasil menggaet Rp 5 triliun dari Indosat dan Telekom untuk menambal APBN yang jebol. Hebatnya, lagi-lagi duit itu diperoleh tanpa harus menjual selembar pun saham PT Telkom dan Indosat.

RR yang di kalangan Nahdiyin akrab disapa Gus Romli ini juga sukses menghentikan rush yang melanda Bank Internasoinal Indonesia (BII) ketika bank milik taipan Eka Tjipta Wijaya itu kehilangan kepercayaan deposannya. Padahal waktu itu Bank Dunia dan IMF sudah menyarankan agar pemerintah melikuidasi BII dengan biaya sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Dan dengan solusi versi RR, lagi-lagi tidak sesen pun duit pemerintah yang harus dikeluarkan untuk menyelamatkan

Last but not least, kata Edy, adalah kinerja gemilang RR ketika menjadi Komisaris Utama PT Semen Gresik. Di bawah komando RR, Semen Gresik Grup tampil sebagai salah satu BUMN terbaik dengan menempati peringkat ke-7. Padahal, sebelumnya PT SG selalu tercecer di luar 20 besar. Laba bersih tahun 2007 melonjak 37% dari Rp1,3 triliun tahun sebelumnya jadi Rp1,8 triliun. Inilah kinerja terbaik sepanjang sejarah berdirinya PT Semen Gresik.

"Kita boleh dan bisa memegang kata-kata RR untuk kemudian menunggu pembuktiannya. Seperti yang sudah-sudah, tokoh ini selalu saja berhasil menyatukan ucapan dan perbuatannya. Selanjutnya, kita juga boleh berharap bahwa dia akan membawa pesan dari Bali untuk Indonesia," demikian Edy. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya